Ivan Iskandar Institute-Institute of International Islamic Thought Jalin MoU Pengembangan Keilmuan Islam

Ivan Iskandar Batubara dan Prof Datuk Wira Jamil Otman (Foto: D Siregar)
Ivan Iskandar Batubara dan Prof Datuk Wira Jamil Otman (Foto: D Siregar)

KABARHUKUM-Medan | Ivan Iskandar Institute (I3) dan Institute of International Islamic Tought/Institusi Internasional Islam Asia Tenggara (I3T) lakukan MoU di pusat yayasan I3 Jalan DI Pandjaitan No 32, Medan, Minggu (5/7/2015) malam.

Adapun beberapa MoU atau penandatanganan nota kesepahaman tersebut, dilakukan guna menjalin kerja sama untuk pengembangan keilmuan dan integrasi ilmu pengetahuan islam di Indonesia.

Ketua Yayasan I3 Ivan Iskandar Batubara mengatakan, kerja sama tersebut demi menjaga keberlangsungan umat muslim di masa mendatang. Sebab, dirinya menilai umat muslim di Indonesia semakin terpuruk, karena kurangnya pemahaman Al-Qur’an serta penerapannya di kehidupan nyata.

“Kami di Ivan Iskandar Institute, senantiasa melakukan kerja sama. Banyak nilai-nilai dan standar di dunia ini dilupakan, hal ini karena mengabaikan ajaran di Al-Qur’an. Di saat menjadi minoritas di satu daerah, maka kita akan berpikir dan bergerak. Hanya saja, pada saat menghimpun, dirinya tidak memikirkan saudara-saudaranya yang lain karena masih merasa dirinya minoritas. Sebagian dari kita tidak menyadari, betapa kita melupakan standar-standar di Al-Qur’an,” sebut Ivan.

Selain itu, hal tersebut juga demi meningkatkan daya saing umat muslim di Asia Tenggara berhubung dalam waktu dekat umat muslim akan menghadapi era ekonomi global.

“Sebentar lagi kita akan menghadapi era ekonomi global. Tetapi, ekonomi yang ada pada pemahaman masyarakat kita saat ini hanyalah sebatas mencari makan. Jangan lalai saudara sekalian. Lima puluh tahun ke depan, generasi yang akan muncul, generasi yang tidak mengenal Muhammad (Rasulullah),” tuturnya.

Koordinator I3T Prof Datuk Wira Jamil Otman mengatakan, kerja sama terkait kemajuan ilmu barat yang semakin menggerus ilmu-ilmu Islam. Untuk pihaknya berkoordinasi dengan I3 demi menjaga stabilitas, juga mengajarkan umat untuk mengikuti tata cara hidup ala islam.

“Kemajuan ilmu barat membuat ilmu-ilmu islam semakin tak terpakai. Anak-anak muda di zaman sekarang semakin mengikuti kemajuan teknologi yang diciptakan melalui ilmu barat. Dan semakin melupakan ilmu-ilmu islam. Sebagai contoh, bank konvensional. Kita tidak bisa menghindari riba yang ada pada bank konvensional. Untuk itu kita harus menyadarkan umat mengenai ilmu islam berdasarkan rujukan dari Al-Qur’an,” terang Otman.

Sambung Otman, dalam kurikulum pendidikan di Indonesia juga harus perbarui, karena hal tersebut yang menjadi dasar umat guna memahami ilmu islam agar dapat diterapkan. “Kurikulum dalam mata pelajaran juga harus digabungkan dengan ilmu-ilmu Islam, atau integrasi ilmu Al-Qur’an dengan ilmu modern,” kata Otman.  (*)

——————–
Laporan: Dhabit Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda