Gatot Dipanggil ke KPK Rabu 22 Juli 2015

KABARHUKUM-Jakarta | Kasus suap yang melibatkan pengacara OC Kaligis tidak akan berhenti. Gubsu Gatot Pujo Nugroho dipastikan akan dipanggil ke KPK pada 22 Juli 2015 mendatang. Demikian ditegaskan Wakil Ketua Sementara KPK, Johan Budi SP,di gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/7/2015).

Gatot Pujo Nugroho sewaktu bersama mantan Gubsu Syamsul Arifin
Gatot Pujo Nugroho sewaktu bersama mantan Gubsu Syamsul Arifin

Johan Budi menegaskan, kasus ini tak akan berhenti sampai OC Kaligis. “Belum berhenti, ini masih dikembangkan, kepada para pihak yang diduga terlibat, apabila ditemukan 2 alat bukti yang cukup, siapapun akan ditindak,” jelasnya.

Johan menyampaikan KPK menetapkan tersangka tak sembarangan. Tentu semua berdasarkan alat bukti. “Siapapun,” tandasnya.

KPK juga memanggil Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho lantaran dirinya mangkir saat dipanggil Senin kemarin. Status Gatot sampai saat ini masih sebagai saksi.

“Kemarin seyogyanya Gubernur Sumut diperiksa sebagai saksi tapi belum hadir. Ada informasi surat tidak sampai kepada yang bersangkutan. Ini akan kita cek kembali,” ucap Johan.

Johan mengatakan KPK akan kembali memanggil Gatot untuk diperiksa. Pemeriksaan terhadap Gatot akan dilakukan setelah libur Lebaran. “Tanggal 22 Juli untuk diperiksa sebagai saksi,” kata Johan.

Dalam kasus ini, KPK telah mencegah Gatot bepergian ke luar negeri. Bersama lima orang yang lain, Gatot dicegah ke luar negeri hingga 1 Januari 2016. “Kami sudah terima surat (permintaan KPK, red) kemarin. Kita sudah siarkan dan berlaku sampai tanggal 1 Januari 2016 untuk OCK, YIM, YTA, YOM, GPN dan ES. Kami sebagai instansi yang punya kewenangan untuk pencegahan, menindaklanjuti permintaan penegak hukum termasuk KPK,” kata Kabag Humas Ditjen Imigrasi Heriyanto.

Dalam kasus ini, KPK telah terlebih dulu menjerat anak buah Kaligis, M Yagari Bhastara (Gerry) sebagai tersangka suap. Gerry ditangkap KPK bersama 3 hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, Amir Fauzi, Dermawan Ginting, dan panitera sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan usai memberikan uang suap di Kantor PTUN Medan, Jumat (10/7/2015).

Gerry merupakan pengacara Pemprovsu dalam kasus gugatan Kabiro Keuangan Pemprovsu Fuad Lubis atas penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kejatisu. Dalam kasus ini, majelis hakim yang terdiri Tripeni Irianto Putro, Amir Fauzi, Dermawan Ginting memenangkan gugatan Fuad Lubis selaku mantan Ketua Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemprovsu.

Gerry disangka menyerahkan uang kepada hakim PTUN. Menurut KPK, tidak mungkin uang tersebut milik Gerry. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda