Korban Penembakan Polisi Helvetia Jadi Tersangka, Diancam Pidana 5 Tahun

KABARHUKUM-Medan | Kasus penembakan oleh polisi dari Polsek Helvetia terus bergulir. Info terbaru terkait kasus penyerangan dan menghalangi petugas kepolisian Polsek Helvetia saat melakukan penangkapan terhadap tiga pelaku pembongkaran rumah, Agus, Hermanto dan Firdaus di Jalan Karya VII Kecamatan Medan Helvetia beberapa waktu lalu, polisi pun telah menetapkan tersangka. Junaidi Cs yang merupakan keluarga dari pelaku pencurian telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Medan dengan sangkaan menghalang-halangi petugas.

ilustrasi
ilustrasi

Adapun nama-nama yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Japormen, Rostianus dan Junaidi Purba. Ketiga tersangka dilaporkan oleh Kanit Intel Polsek Helvetia, AKP Zulkifli. “Sudah kita layangkan surat pemanggilan terhadap Junaidi Cs pada Senin depan, (3/8). Ketiganya kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono saat ditemui diruang kerjanya, Senin (29/8) sore.

Aldi menjelaskan bahwa saat ini, Junaidi masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara. Namun kondisi Junaidi sudah membaik. “Jika Minggu depan Junaidi masih kurang membaik, kemungkinan kita akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka di Rumah Sakit Bhayangkara,” terangnya.

Aldi menambahkan, untuk ketiga tersangka terancam hukuman penjara di atas 5 tahun. “Ancaman hukuman untuk ketiganya adalah diatas 5 tahun,” jelasnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, personil Polsek Helvetia melakukan penggerebekan salah satu rumah pelaku kejahatan di Jalan Karya VII, Medan Helvetia. Dalam penggerebekan tersebut, ratusan warga, di antaranya ada yang membawa kayu menghalangi polisi dengan mengerumuni petugas. Menurut versi polisi, petugas yang panik terpaksa melakukan penembakan setelah sebelumnya memberi tembakan peringatan. Imbasnya, dua orang warga yang turut menghalangi petugas menjadi korban penembakan dan hingga kini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan. (*)

————————–
Laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda