OC Kaligis: Ketimbang Diperiksa KPK Lagi, Lebih Baik Ditembak Mati

KABARHUKUM-Jakarta |  OC Kaligis telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  sebagai tersangka suap pada hakim PTUN Medan. OC Kaligis diduga bersama-sama dengan anah buahnya, M Yagari Bhastara alias Gerry menyuap Hakim PTUN Medan.

OC Kaligis
OC Kaligis

Atas dugaan tersebut, OC Kaligis dikenakan pasal 6 ayat 1 huruf a dan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, pasal 13 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 64 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Seperti diberitakan Merdeka.com, sejak menetapkan OC Kaligis menjadi tersangka, KPK telah beberapa kali menjadwalkan pemeriksaan terhadap pengacara kondang itu. Namun, OC Kaligis menolak diperiksa KPK.

Rabu (15/7) lalu, OC Kaligis menolak diperiksa karena penyidik memeriksa dirinya sebagai saksi untuk tersangka lain. Kemudian, pada Jumat (24/7), kuasa hukumnya, Afrian Bondjol menyatakan, OC Kaligis menolak diperiksa KPK karena kesehatannya terus memburuk setelah mendekam di Rutan Guntur Jakarta Selatan.

Selasa (28/7) kemarin, OC Kaligis kembali menolak diperiksa KPK. Kali ini OC Kaligis bahkan menantang KPK dengan mengirimkan sebuah surat.

Dalam surat itu, OC Kaligis menegaskan tidak akan hadir dalam pemeriksaan yang sudah dijadwalkan penyidik. Bahkan, dia menyatakan lebih baik ditembak mati daripada harus menjalani pemeriksaan.

“Intinya dia tidak bersedia diperiksa hari ini untuk di-BAP ( Berita Acara Pemeriksaan). Saya tolak lebih baik saya ditembak mati kalau saya diperiksa hari ini katanya,” kata Alamsyah Hanafiah selaku kuasa hukum OC Kaligis di gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/7).

OC Kaligis juga mendesak penyidik KPK segera merampungkan berkas perkaranya agar bisa cepat dilimpahkan ke pengadilan. Karena alasan dari pihak penyidik KPK sudah punya dua alat bukti yang cukup dia minta disidang segera,” ujar Alamsyah.

OC Kaligis juga membantah jika tidak kooperatif menjalani proses hukum yang dilakukan KPK. Dia berdalih seorang tersangka tidak perlu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lain. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda