Baru Sekali Curi Kereta, Sanjaya Roboh ‘Ditempel’ Polisi di Medan Johor

KABARHUKUM-Medan | Petugas Unit Vice Control (VC)/ Judisila Sat Reskrim Polresta Medan melumpuhkan seorang pelaku pencurian sepeda motor, Sanjaya Matondang (26). Sanjaya roboh dengan cara ditembak di bagian kaki kirinya, Kamis (30/7/2015) dinihari. Tersangka dihadiahi sebutir timah panas, lantaran melawan petugas, saat akan dibekuk di Jalan M Basir Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.

Curanmor (ilustrasi)
Curanmor (ilustrasi)

Kepala Unit (Kanit) Judisila Polresta Medan AKP Teuku Fathir Mustafa menjelaskan diamankannnya tersangka, bermula dari laporan kasus pencurian satu unit sepeda motor Yamaha Mio BK 5736 FG yang dialami Bun Tek (40) warga Jalan Brigjend Zein Hamid Medan Johor, Selasa (28/7).

Mendapat laporan yang tertuang dalam Nomor LP/2016/K/VII/2015/SPKT Resta Medan, Fathir mengatakan polisi kemudian melalukan penyelidikan secara mendalam. “Korban melaporkan kasus pencurian yang terjadi di rumah kostnya, setelah dilakukan penyelidikan kita identifikasi pelaku berjumlah dua orang,” kata Fathir.

Tak lama berselang, pada Kamis (30/7/2015) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB, polisi yang mendeteksi keberadaan tersangka kemudian melakukan penangkapan di Jalan M Basir Titi Kuning.

Nah, saat akan diciduk polisi, tersangka kemudian mencoba melarikan diri dengan melakukan perlawanan. Namun, akibat diterjang timah panas, tersangka roboh seketika. Dengan mudahnya, petugas lalu memboyong tersangka yang tidak bisa berkutik ini ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim, untuk menjalani perawatan karena luka tembak. Dari penangkapan itu turut diamankan satu unit barang bukti sepeda motor milik korban. “Kasus ini masih kita kembangkan, karena kita masih mengejar satu pelaku lain berinisial RM,” ucapnya.

Sementara, tersangka yang dibawa ke Polresta Medan usai menjalani perawatan medis mengutarakan dirinya baru sekali beraksi melakukan pencurian. “Rencana uangnya untuk membeli narkoba, sama untuk keperluan sehari hari, tapi gak jadi karena keburu ditangkap,” timpal tersangka.

Imbas perbuatannya, tersangka harus mendekam di jeruji pengap rumah tahanan Polresta Medan Pasal 363 Kuhpidana dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara telah menunggu untuk tersangka. (*)

 

———————–

Laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda