Divonis 2 Tahun, Sumadio Mohon Jaksa Jangan Banding

KABARHUKUM-Medan | Mantan Dekan Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU), Sumadio Hadi Sahputra dipersidangan Pengadilan Tipikor Medan, memohon agar Jaksa Penuntut Umum, Netty Silaen untuk tidak melakukan banding atas vonis 2 tahun penjara pada dirinya.

Mantan Dekan Farmasi USU, Sumadio Hadi Sahputra
Mantan Dekan Farmasi USU, Sumadio Hadi Sahputra

“Saya ucapkan terima kasih dan saya meyakini bahwa putusan itu sudah diambil seadil-adilnya, saya menerima putusan ini majelis. Di sini saya memohon kepada jaksa yang terhormat tidak mengajukan banding, cukup prosesnya sampai di sini saja,” kata Sumadio dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Marsudin Nainggolan.

Mendengar permohonan Sumadio, jaksa Netty tersenyum lebar dan tertawa kecil lalu menjawab kepada hakim, bahwa pihaknya pikir-pikir. “Kami pikir-pikir yang mulia,” katanya sambil tetap tersenyum.

Putusan penjara itu diterima Sumadio karena dinyatakan terbukti bersalah korupsi pengadaan peralatan farmasi di fakultas farmasi dan peralatan etnomusikologi pada fakultas sastra tahun 2010. Dalam persidangan ini Sumadio bersama 4 terdakwa lainnya juga divonis, yakni ketua panitia pengadaan barang/jasa USU tahun 2010 Suranto, pemeriksa barang Nasrul, rekanan dari PT Sean Hulbert Jaya, Siti Ombun Purba dan rekanan dari PT Marrel Mandiri, Elisnawaty Siagian.

Kelimanya didakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat ke-1 KUHP. Mereka menyalahgunakan wewenang sesuai peran masing-masing untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dan merugikan negara sebesar Rp 13,689 miliar. Kerugian negara tersebut dari pengadaan peralatan farmasi Rp 5,64 miliar, farmasi lanjutan Rp4,81 miliar dan etnomusikologi Rp 3,22 miliar.(*)

_________________
Editor : Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda