Lima Terdakwa Korupsi USU Divonis Total 142 Bulan Penjara

KABARHUKUM-Medan | Lima terdakwa korupsi pengadaan peralatan farmasi dan peralatan etnomusikologi di Universitas Sumatera Utara (USU) dihukum berbeda oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan yang diketuai Marsudin Nainggolan.

Lima terdakwa korupsi USU saat vonis
Lima terdakwa korupsi USU saat vonis

Kelimanya yaitu mantan Dekan Fakultas Farmasi USU, Sumadio Hadi Sahputra divonis 2 tahun dan 8 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Ketua panitia pengadaan barang/jasa USU tahun 2010, Suranto divonis sama 2 tahun 8 bulan penjara dan membayar denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan serta membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 10 juta subsider 2 bulan kurungan.

Kemudian pemeriksa barang, Nasrul, hakim juga menjatuhkan hukuman yang sama dengan Suranto, sementara rekanan dari PT Sean Hulbert Jaya, Siti Ombun Purba dijatuhi hukuman selama 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Selain itu, dia juga diharuskan membayar uang pengganti (UP) Rp 60 juta subsider 2 bulan kurungan.

Vonis yang berbeda dijatuhkan hakim kepada terdakwa kelima yakni rekanan dari PT Marrel Mandiri, Elisnawaty Siagian yang dijatuhi hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara. Selain itu, dia juga diharuskan membayar denda Rp 50 juta dengan subsider 1 bulan kurungan dan uang pengganti (UP) Rp 60 juta dengan subsider 2 bulan kurungan. Terdakwa yang selama ini merupakan tahanan kota, dalam putusan ini, hakim menyatakan dia tetap dalam statusnya sebagai tahanan kota.

Sebelumnya, jaksa Netty Silaen, menuntut kelima terdakwa yakni Sumadio Hadisahputra, selama 3 tahun penjara. Suranto dan Nasrul masing-masing keduanya dituntut 4 tahun penjara. Sementara Siti Ombun Purba dituntut selama 3 tahun penjara. Elisnawaty Siagiandituntut 3 tahun 6 bulan. Selain itu kelima terdakwa juga dituntut membayar denda masing-masing Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan dan uang pengganti kerugian negara sebesar yang mereka nikmati. Terdakwa Sumadio dan Nasrul masing-masing Rp 10 juta, serta Suranto sebesar Rp 8 juta. Untuk Siti Ombun Purba dan Elisnawaty masing-masing membayar Rp 61 juta. Para terdakwa telah mengembalikan kerugian negara yang mereka nikmati tersebut melalui kejaksaan.

Untuk diketahui, kelima terdakwa didakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat ke-1 KUHP.

Kelima terdakwa, menurut JPU, telah menyalahgunakan wewenang sesuai peran masing-masing untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dan merugikan negara sebesar Rp 13,689 miliar. Kerugian negara tersebut dari pengadaan peralatan farmasi Rp 5,64 miliar, farmasi lanjutan Rp4,81 miliar dan etnomusikologi Rp 3,22 miliar.

Disebutkan jaksa, terdakwa Suranto selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa tidak menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sesuai peraturan yang berlaku. Namun, dia menerima HPS pengadaan peralatan farmasi, farmasi lanjutan dan etnomusikologi tersebut dari Dekan Farmasi Prof Sumadio. “HPS tersebut dibuat Permai Grup berdasarkan daftar harga dari perusahaan penyedia barang (distributor),”kata jaksa.

Dari sejumlah dokumen pembayaran seperti kwitansi, lanjut jaksa, diketahui harga barang yang tertera di HPS tersebut sudah digelembungkan (mark-up) atau harga barang yang dibayar tidak sesuai harga yang sebenarnya. “Terdakwa Suranto tidak pernah melakukan survei pasar terhadap harga barang, sehingga HPS dibuat dengan tidak benar dan melanggar Keppres 80,” kata jaksa.

Selain itu, terdakwa Suranto dan Abdul Hadi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diketahui beberapa kali bertemu utusan Permai Group, untuk memenangkan perusahaan dibawah kendali perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin tersebut. Padahal, menurut jaksa, terdakwa Suranto dilarang menemui peserta lelang karena bertentangan dengan prinsip persaingan usaha yang adil.

Sementara terdakwa Nasrul selaku pemeriksa barang dinilai tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga negara mengalami kerugian miliaran rupiah. Kerugian negara yang mencapai Rp13,689 miliar tersebut, menurut jaksa, seluruhnya mengalir ke rekening Permai Group.

Hal ini dibuktikan keterangan terdakwa Siti Ombun Purba dari PT Sean Hulbert Jay dan Elisnawaty Siagian dari PT Marell Mandiri. Keduanya mengaku menerima pembayaran pengadaan barang yang mereka kerjakan, namun selanjutnya ditransfer ke rekening Permai Group. Sementara mereka hanya menerima fee dari Permai Group.(*)
_________________
Editor : Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda