Setelah Gatot, Israel Juga Sorot Kartu ‘As’ Wagubsu HT Erry Nuradi

KABARHUKUM-Medan | Dugaan korupsi Gubsu Gatot Pujo Nugroho terus menggelinding. Kelompok masyarakat berunjuk rasa ke kantor Gubsu di Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (30/7/2015) ini. Dipimpin Koordinator Aksi, Israel Situmeang, mereka mengaku dari kelompok Front Komunikasi Indonesia Satu (FKI-1).

Wagubsu HT Erry Nuradi beserta istri.
Wagubsu HT Erry Nuradi beserta istri.

Mulanya mereka mendemo Gubsu Gatot Pujo Nuroho. Tapi setelah itu, rupanya mereka juga menyasar Wagubsu HT Erry Nuradi dalam demonstrasinya. Mereka mengancam akan menguak rapor merah Erry. “Tengku Erry selaku Wagubsu jangan menari diatas penderitaan Gubsu, karena kami juga punya kartu As untuk dirinya,” tambah Israel.

Sebelumnya, dalam orasinya, Israel menegaskan delapan sikap. Kedelapan sikap tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap Gatot, juga bentuk dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Satu, KPK segera tahan Gubsu. Dua, Evaluasi segala bentuk dana BDB, Bansos dan proyek raksasa yang ada di Pemrpovsu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tiga, Mendagri segera menonaktifkan Gubsu. Empat, Usut seluruh pihak yang menggrogoti uang rakyat di wilayah Sumut. Lima, FKI-1 mendukung sepenuhnya tindakan KPK. Enam, Usut harta kekayaan Gubsu yang mengalir ke istri mudanya. Tujuh, bersihkan segala bentuk korupsi di wilayah Pemrpovsu. Delapan, Mendagri segera melantik Gubsu yang definitif,” ungkap Israel.

Menanggapi demo ini, Staf Ahli Gubsu Bidang Hukum dan Pemerintahan, Ferlin Nainggolan mengatakan, KPK telah bekerja berdasarkan landasan hukum, dan tidak akan melanggar aturan, Pemprovsu juga demikian, patuh hukum. “Kami menghargai tuntutan FKI-1, namun kita harus sama menjaga aturan demi kondusifitas Sumut. Aspirasi ini kami terima, dan persoalan Gubernur mari kita serahkan pada penegak hukum,” ujarnya. (*)
—————–
Laporan: Dhabit Barkah Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda