Bus Belum Tiba, Angkutan Massal di Sumut Kian Tak Jelas

KABARHUKUM-Medan | Operasionalisasi angkutan massal Trans Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) pada Juli 2015 ini kian tak jelas. Pasalnya, bus yang dipesan tak kunjung tiba di Medan.

Bus angkutan massal di Sumut.
Bus angkutan massal di Sumut.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Anthony Siahaan, mengaku awalnya direncanakan akan dioperasionalkan Juli 2015. Namun, karena ada urusan yang belum dapat diselesaikan hingga Juli ini, operasional Trans Mebidang memang kembali tertunda. “Kami maunya cepat, harapannya pun segera bisa dioperasionalkan, tapi mau bagaimana lagi,” kata Anthony, pada Kamis (30/7/2015).

Hingga kini, alasan keterlambatan itu masih juga kabur. PT DAMRI, sebagai pengelola pun tak banyak cakap. Program ini sendiri merupakan program pemerintah pusat yang ingin membuat angkutan massal di beberapa daerah, termasuk Sumut. Awalnya, operasional Trans Mebidang ini direncanakan akhir Desember 2013. Tetapi, sebanyak 30 unit bus yang dijanjikan pemerintah belum kunjung tiba. Operasionalnya terpaksa ditunda tahun 2014. Kemudian, dari 30 unit bus Trans Mebidang yang dijanjikan, baru tiba dua unit pada September 2014. Akhirnya, operasionalisasi direncanakan pada Maret 2015. Tapi, hingga April 2015 baru 14 bus yang tiba. Perencanaan pun molor lagi hingga Juli 2015. Namun, hingga kini Juli sudah akan berakhir, bus itu belum datang juga.

Sementara itu, sarana Trans Mebidang pun tak kunjung siap. Untuk diketahui, sesuai UU Nomor 22 tahun 2009 Pasal 158 dan PP 74 Pasal 47 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, angkutan massal wajib didukung sarana, seperti lajur khusus dan trayek angkutan umum lain agar tidak berhimpitan dengan trayek angkutan massal. Namun hingga kini, bahkan halte untuk bus saja tak siap-siap. (*)

Komentar Anda