Kejatisu Tahan Tersangka Alkes Tanjung Balai, Rugikan Negara Rp 1,5 Miliar

KABARHUKUM-Medan | Korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) RSUD Tengku Mansyur Tanjung Balai, masuki babak baru. Dua tersangka kasus itu kini ditahan aparat Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Keduanya yaitu Sudarti selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Akmil selaku Ketua Layanan Pengadaan.

Tersangka Alkes RSUD Tanjung Balai di Kejatisu.
Tersangka Alkes RSUD Tanjung Balai di Kejatisu.

Tersangka ditahan di Tanjung Gusta. “Kita lakukan penahanan di Rutan Tanjung Gusta selama 20 hari,” ujar Koordinator Tim Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumut, HF Silitonga, di Medan, Kamis (301/7/2015) kemarin.

Dia menjelaskan, Sudarti dan Akmil disangka melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan yang bersumber dari APBN-P Tahun 2012. Proyek itu mendapat pagu anggaran sebesar Rp5 miliar. Keduanya ditengarai telah melakukan mark up terhadap Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Menurut dia, dalam kasus ini ada tiga tersangka. Seorang lagi merupakan rekanan, Rizkivan Lumban Tobing, mantan Direktur PT Aditya Wiguna Kencana. Namun, Rizkivan masih dipenjara. Perkaranya sama, korupsi Alkes tapi di daerah Padang Lawas Utara.

Mengenai jumlah kerugian negara, penyidik tengah bekerja sama dengan pihak BPKP Sumut. “Berdasarkan inventarisasi sementara (kerugian negara) kurang lebih Rp 1,5 miliar dari anggaran Rp 5 miliar,” katanya. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda