Buron 7 Bulan, Haris si Pembobol Brankas PT Global Diciduk Polisi

Satreskrim Polresta Medan (Foto: Dhabit Barkah Siregar-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Berakhir sudah pelarian Haris (35). Pasalnya, pria yang menetap di Jalan MT Haryono, Kelurahan Damai, Kecamatan Binjai Utara ini dibekuk petugas Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Medan dari Jalan Ring Road, Kecamatan Medan Sunggal, Ahad (30/8/2015) kemarin. Haris sebelumnya menghilang selama 7 bulan pasca pencurian uang senilai Rp 340 juta di PT Global Distribusi Senin 26 Januari 2015 lalu. Dia juga dikenal sebagai residivis kasus pencurian tahun 2010 di lokasi yang sama.

Satreskrim Polresta Medan (Foto: Dhabit Barkah Siregar-kabarhukum.com)
Satreskrim Polresta Medan
(Foto: Dhabit Barkah Siregar-kabarhukum.com)

Kepala Unit (Kanit) Pidum Satreskrim Polresta Medan, AKP Bayu Putra Samara mengatakan jika penangkapan yang dilakukan petugas bermula dari laporan korbannya yang tertuang dalam LP/186/K/I/2015/SPKT Resta 26 Januari lalu.

“Dari laporannya, korban mengaku jika kantornya dibobol pencuri. Imbas kejadian tersebut, korban merugi uang tunai senilai Rp 334 juta, 1 unit hp Samsung, 3 unit hp Nokia dan 1 unit laptop,” beber Bayu.

Dijelaskan mantan Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polresta Medan ini, mendapat laporan tersebut, pihaknya pun melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus 2 tersangka lainnya.

“Dari penyelidikan, kita pun mengetahui jika pelakunya berjumlah 3 orang. Selanjutnya kita pun melakukan penangkapan terhadap AKR (34) dan Bs alias B (36) warga Jalan MT Hariono Gg Rukun, Kecamatan Binjai Utara, bulan Mei lalu dan sudah kita limpahkan ke jaksa,” ungkap Bayu.

Meski sudah berhasil meringkus dua tersangka, pihaknya pun kesulitan menangkap seorang pelaku lagi (HT) yang menghilang. “Setelah 2 tersangka diamankan di Polsek Sunggal, seorang tersangka yang tahu temannya sudah ditangkap pun kabur ke luar kota. Namun, kita tetap melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka Hari sewaktu pulang ke Medan,” tegas Bayu.

Lanjut dikatakan Bayu, dari keterangan HT, dirinya mengaku hanya mendapatkan bagian sebesar Rp 30 juta. “Pengakuannya cuma dapat 30 juta. Dan semua uang tersebut sudah habis saat tersangka kabur ke Jakarta dan Aceh,” ujar Bayu.

Ditambahkan Bayu lagi, jika pihaknya pun masih memeriksa secara intensif tersangka dan menerapkan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

“Karena barang bukti hasi curian sudah hilang, kita pun menjadikan 1 potong celana panjang berwarna hitam dan 1 potong kemeja warna cokelat sebagai barang bukti,” tandas Bayu. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda