Gawat, Pelat Nopol Baru Kendaraan Tahun 2015 Benar-Benar Disetop

ilustrasi

KABARHUKUM-Jakarta | Tampaknya harapan memiliki pelat nomor baru bagi para pengguna kendaraan bermotor pada Tahun 2015 ini bakal pupus. Pasalnya tender pengadaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tahun anggaran 2015 atau yang biasa disebut pelat nomor kendaraan (nopol kendaraan) disetop.

ilustrasi
ilustrasi

Diketahui, gugatan untuk dihentikannya tender yang diajukan PT Mitra Alumindo Selaras (PT MAS) ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) diterima dan dikabulkan Majelis hakim.

Alasannya, majelis hakim melihat sesuai prinsip E-Katalog maka penawaran penggugat menjadi yang ‎terendah dan sudah sesuai dengan prinsip efisiensi anggaran negara, sebab ditemukan selisih harga Rp 16 miliar lebih.

Kuasa hukum PT MAS, Syamsul Huda Yudha menilai langkah Majelis Hakim PTUN sudah tepat, termasuk perintah hakim kepada seluruh pihak tergugat, yakni Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) dan PT Starmas Inti Alumunium Industry (PT SIAI).

“Karena PT MAS memiliki harga penawaran paling rendah yang responsif, tapi dikalahkan begitu saja oleh Pokja LKPP secara tidak fair dan tidak mendasar,” ucap Syamsul seperti dilansir dari republika, Senin (31/8/2015) malam.

PT MAS sudah disebutkan dalam uraian pembukaan dokumen penawaran sebagai peserta yang memasukkan harga penawaran yang paling rendah kepada Pokja Katalog, dibandingkan dengan peserta lain di dalam tender yang sama.

Sementara itu, Kasubid Ranmor Bidang Regiden Korlantas Polri, AKBP M Taslim Chaerudin mengaku kecewa atas putusan hakim tersebut. Kakorlantas Polri pun akan mengajukan upaya kasasi atas putusan tersebut.

“Masalah TNKB ini tidak terkait proses pembangunan. Saya sedih karena kita ini pelayan masyarakat, tapi selalu dimaki-maki,” katanya. Warga kecewa dengan Polri karena tidak menyediakan TNKB akibat putusan hakim untuk menunda pengadaan TNKB sehingga kosong seperti sekarang.

Dalam kesempatan itu Taslim juga mengaku heran kenapa gugatan diajukan kepada Korlantas sebagai salah satu tergugat, sehingga pihaknya yang mendapat ‘getah’ akibat putusan hakim itu. Menurut dia, tidak ada alasan untuk menggugat Korlantas, sebab objek gugatannya adalah keputusan pemenang lelang.(*)


editor: ki andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda