Laode Muhammad Syarif, Capim KPK yang Sempat Takut Diwawancarai Timsel

KABARHUKUM-Jakarta| Laode Muhammad Syarif, calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui merupakan seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Senior Adviser Partnership for Governance Reform in Indonesia.

laode
Laode Muhammad Syarif, capim KPK

Dari penelusuran diketahui Laode Muhamad Syarif merupakan Spesialis Pendidikan dan Pelatihan pada Proyek Pengendalian Korupsi Indonesia yang didanai oleh USAID.

Selain mengajar di Fakultas Hukum di Unhas Makassar, ia juga perancang kurikulum dan pelatih utama dari Kode Etik Hakim dan Pelatihan Hukum Lingkungan Hidup di Mahkamah Agung (MA) RI.

Dia juga merupakan anggota aktif dari Akademi Hukum Lingkungan IUCN dan salah satu anggota komite IUCN dalam bidang pengajaran dan pengembangan kapasitas.

Dalam 10 tahun terakhir, Laode Muhammad Syarif telah terlibat dalam berbagai proyek penelitian serta menerbitkan dua buku dan beberapa artikel dan makalah konferensi dengan topik mulai dari polusi udara, perubahan iklim, kehutanan, perikanan, dan isu-isu keanekaragaman hayati.

Dia memiliki gelar sarjana hukum dari Unhas, LL.M dari Queensland University of Technology, Brisbane, dan Ph.D dalam hukum lingkungan hidup internasional dari Universitas of Sydney.

Walaupun hukum lingkungan hidup merupakan gairah utamanya, ia memiliki pengalaman luas dalam reformasi peradilan dan isu-isu yang berkaitan dengan korupsi di Indonesia
Ada cerita menarik dan lucu ketika Syarif dalam wawancara tahap akhir calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari kedua diselingi kejadian lucu.Laode Muhammad Syarif mengaku takut mendapat pertanyaan dari salah satu anggota Pansel KPK, Harkristuti Harkrisnowo.

“Saya takut,” kata Syarif di tengah-tengah berlangsungnya proses wawancara di Gedung Setneg, Jakarta Pusat, Selasa (25/8).

Pernyataan Syarif pun langsung membuat tim pansel dan para awak media tertawa. Syarif mengaku ketakutannya itu saat Ketua Pansel KPK Destry Damayanti menyudahi pertanyaan dari anggota Pansel Betti Alisjahbana. Destry mempersilakan Harkristuti untuk gantian mewawancarai Syarif.

Syarif mengaku takut karena Harkristuti dikenal kerap melontarkan pernyataan kritis pada setiap calon pimpinan KPK. “Saya jadi ikutan takut,” ujar Syarif.

Jawaban Hakristuti pun juga disambut tawa oleh Syarif. Syarif pun langsung ditanya oleh Tuti mengenai misinya bila terpilih jadi pimpinan KPK.

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda