Perdamaian Klub Malam Heaven Hell, Muslim Muis: Itu Mempermainkan Hukum

cafe heaven hell (ilustrasi)

KABARHUKUM-Medan | Terkait kesepakatan damai antara pengunjung dan pemilik tempat hiburan malam Poll And Lounge Heaven Hell (H2), praktisi hukum, Muslim Muis pun turut angkat bicara, Senin (31/8/2015).

cafe heaven hell (ilustrasi)
cafe heaven hell (ilustrasi)

Dijelaskan Muslim, jika dengan kesepakatan perdamaian tersebut dan saling mencabut laporan, sungguh-sungguh sangat mempermainkan hukum. “Itu jelas sudah mempermainkan hukum. Jangan mentang-mentang orang berada, bisa mempermainkan hukum,” terang Muslim.

Lanjut Muslim, meski kedua belah pihak sudah saling cabut laporan, proses hukumnya tetap harus berjalan. “Proses tetap harus jalan, itu bukan delik aduan, itu murni pidana. Jadi proses harus sampai tuntas,” tegas Muslim.

Diberitakan sebelumnya, sekitar dua puluh pengunjung babak belur dihajar orang yang diduga suruhan AY, pemilik tempat hiburan saat tengah merayakan pesta ulang tahun. Akibat kejadian tersebut, beberapa orang pun mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Pirngadi guna mendapat perawatan.

Akibat kejadian tersebut, 5 orang yang mengaku korban membuat laporan ke Polresta Medan. Yakni Johan yang tertuang dalam nomor LP/2248/K/2015/SPKT Resta Medan, Meina dengan nomor LP/2247/VIII/2015/SPKT Resta Medan, Alex Luis Pratama dengan nomor LP/2245/K/VIII/2015/SPKT Resta Medan, Jhonsen dengan LP/2246/K/VIII/2015/ SPKT Resta Medan, dan Yanri dengan nomor LP/2249/VIII/2015/Resta Medan. Namun sayang, kedua belah pihak telah melakukan perdamaian dan saling mencabut laporan. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda