Aneh, Pengelola Asia Mega Mas yang Tak Hadir Tapi Malah Laporkan Warga Jalan Tentram ke Polisi

KABARHUKUM-Medan | Gagalnya mediasi yang digagas Lurah Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, Tommy Prayoga Sidabalok, antara warga Jalan Tentram dan pihak pengelola Komplek Asia Mega Mas tak terlepas dari pengelola Komplek tersebut yang tak mau menghadiri mediasi, Selasa (1/9/2015) lalu.

Kompleks Asia Mega Mas (foto: net)
Kompleks Asia Mega Mas
(foto: net)

Rahmat Basuki, selaku perwakilan dari pihak pengelola komplek mengatakan, mediasi tersebut tak perlu dihadirinya lantaran pihaknya punya kesibukan lain. Bukan itu saja, menurut Rahmat, pertemuan tersebut juga tidak dihadiri oleh masyarakat. “Untuk apa kami hadir, sementara masyarakat saja juga tidak menghadirinya,” ujar Rahmat lewat sambungan telepon, Kamis (3/9/2015).

Lanjut dikatakan Rahmat, ketidakhadiran masyarakat dalam pertemuan tersebut ia ketahui dari salah seorang anggota Polsek Medan Area yang juga diundang dalam acara tersebut. “Anggota Polsek yang memberitahu kami bahwa warga masyarakat juga tidak hadir dalam pertemuan di Kantor Lurah Sukaramai II itu,” kata Rahmat.

Masih menurut Rahmat, sejauh ini pihaknya sudah melaporkan masyarakat warga Jalan Tentram soal pengerusakan ke Polsek Medan Area. “Kita sudah melaporkan warga masyarakat terkait pengerusakan ke Polsek Medan Area,” kata Rahmat.

Keterangan berbeda diperoleh dari Lurah Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, Tommy Sidabalok. Tommy, pada Selasa (1/9/2015) kemarin, menyatakan mediasi gagal lantaran pihak Komplek Asia Mega Mas tak hadir. “Pihak Asia Mega Mas tidak memenuhi panggilan,” jawab Lurah.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Jalan Tentram, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, melakukan aksi dengan menandatangani petisi yang berisi ketidakpuasan terhadap pengelola perumahan di Komplek Asia Mega Mas yang melakukan penutupan jalan secara sepihak tanpa pemberitahuan kepada pihak Kelurahan Sukaramai II.

Tercatat, hampir 70-an warga yang menyampaikan keberatannya dengan menandatangani petisi tersebut. Imbas pemblokiran jalan tersebut, hanya pejalan kaki dan pengendara roda dua yang bisa melintas, sedangkan pengendara mobil harus memutar melintasi Jalan Kapten Jumhana. Pihak pengelola Asia Mega Mas mengatakan pemblokiran tersebut dilakukan pihaknya lantaran adanya warga komplek yang berjualan makanan di pinggiran jalan Asia menuju ke Jalan Tentram. Bukan itu saja, pihak pengelola Komplek Asia Mega Mas telah melaporkan warga masyarakat Jalan Tentram ke Polsek Medan Area soal kasus pengerusakan. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda