Hingga Menjelang Siang Hari ini, Bandara Kualanamu Masih Diselimuti Kabut Asap

Beginilah potret kawasan Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) yang diselimuti kabut asap sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi, Kamis (3/10/2015). (Foto: Maestro Sihaloho | kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Deli Serdang | Hingga menjelang siang hari ini, Kamis (3/10/2015) kabut asap masih Kabut asap tampak menyelimuti Kota Medan dan wilayah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan melaporkan jarank pandang di Medan masih 5 km, sementara di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, berkisar 1.000 meter.

Beginilah potret kawasan Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) yang diselimuti kabut asap sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi, Kamis (3/10/2015).  (Foto: Maestro Sihaloho | kabarhukum.com)
Beginilah potret kawasan Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) yang diselimuti kabut asap sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi, Kamis (3/10/2015).
(Foto: Maestro Sihaloho | kabarhukum.com)

Di Bandara Kualanamu, akibat kabut asap ini sejak kemaren sejumlah jadwal penerbangan terganggu. Bahkan, hingga pukul pukul 10.00 WIB tercatat 3 jadwal kedatangan dan 1 jadwal keberangkatan yang tertunda di bandara Internasional tersebut.

Ph Manager Humas dan Protokoler PT Angkasa Pura (AP) II di Bandara Kualanamu Wisnu Budi mengatakan jarak pandang di KNIA pada pagi tadi terpantau hanya sekitar 800 meter. Kondisinya terus membaik menjelang siang ini. “Tergantung arah angin. semoga cepat membaik,” jelasnya.

Sementara itu, BMKG Wilayah I Medan menyatakan kabut asap itu berasal dari kebakaran lahan di sejumlah wilayah, termasuk di Sumatera Utara. “Bukan hanya dari Riau dan provinsi lain, kita juga memantau ada titik api di kawasan Mandailing Natal, Sumut,” kata Nora Valencia Sinaga, staf pelayanan jasa BMKG Wilayah I Medan.

Asap itu dibawa angin yang bergerak dari arah tenggara. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, sehingga kawasan pantai timur Sumatera Utara tetap mendapat ancaman kabut asap. “Namun, hal itu bergantung kondisinya, seperti arah angin. Apalagi di Medan masih ada potensi hujan, karena kita memang sudah masuk musim hujan,” jelas Nora.

Pantauan BMKG, terdapat 898 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera. “Di Sumatera Utara ada 10 titik,” jelasnya. (*)


laporan: Maestro Sihaloho

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda