Diduga Milik Pejabat, Polsek Sunggal Gerebek Gudang Pengoplos Gas Elpiji di Ringroad Tanjung Sari

Tabung gas elpiji 3 kg. (foto: ilustrasi-net)

KABARHUKUM-Medan | Perekonomian Masyarakat di Kota Medan yang kian tereseok-seok semakin diperparah dengan kelangkaan Gas LPG 3 Kg. Ditambah lagi, selain sulit diperoleh, muatan dalam tabung gas tersebut dikurangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi meraup keuntungan semata. Hal tersebut terbukti dengan temuan petugas Unit Reskrim Polsek Sunggal yang mendapati gudang gas yang diduga ilegal dengan modus baru tersebut. Gudang yang disebut-sebut milik oknum pejabat ini digerebek petugas di kawasan Jalan Ringroad Pasar III Tanjung Sari, Medan Selayang, Rabu (2/9/2015) dinihari lalu.

Tabung gas elpiji 3 kg.  (foto: ilustrasi-net)
Tabung gas elpiji 3 kg.
(foto: ilustrasi-net)

Sebanyak 1.400 lebih tabung gas berbagai ukuran disita polisi. Di antaranya, ukuran 3 kg dengan dalam kondisi berisi sebanyak 1.048 dan 41 tabung kosong. Sedangkan tabung  12 kg sebanyak 184 tabung kosong dan tabung ukuran 50 kg sebanyak 19 tabung kosong. Selain itu, turut disita juga alat pengoplos gas yakni enam unit besi alat penghisap dan tiga unit selang untuk penghisap. Kemudian, dua unit truk Colt Diesel dan 1 unit pick up BK 8947 CL.

Tak hanya barang bukti, petugas juga mengamankan 7 orang pekerja masing-masing SS (mandor), DE dan D (pengoplos), MS dan L (supir), serta L dan IN (kernet/ kuli bongkar muat).

Menurut keterangan yang diperoleh di lapangan Kamis (3/9/2015), modus pelaku cukup rapi. Jadi, isi tabung gas 12 kg dikurangi 2 kg. Kemudian, isi 2 kg yang dikurangi tersebut dimasukkan ke dalam tabung gas 3 kg yang kosong. Dari modus tersebut, pelaku menerima keuntungan dobel. Sebab, tabung 12 kg yang seharusnya berisi 12 kg menjadi 10 kg. Kemudian, tabung 3 kg berisi hanya 2 kg. Mengenai harga jualnya seperti di pasaran agar tidak menaruh kecurigaan.

Ironisnya, untuk lebih meyakinkan lagi, pelaku menggunakan kendaraan berlabel sebuah perusahaan, yakni PT Gas Antar Sarana yang beralamat di Jalan Jala Rengas, Pulau Marelan, yang bekerja sama dengan Pertamina. Diduga kuat, usaha gas tersebut telah berlangsung cukup lama.

Kapolsek Sunggal Kompol Harry Azhar dalam keterangan pers di kantornya Kamis (3/9/2015) sore mengaku, usaha gas tersebut sudah beroperasi kurang lebih dua minggu. “Modus pelaku seperti pada umumnya, dari gas bersubsidi menjadi nonsubsidi. Akan tetapi, pelaku juga mengurangi isi dari tabung gas tersebut,” ujarnya.

Disinggung mengenai pemiliknya yang disebut-sebut oknum pejabat, Harry enggan berkomentar banyak. Ia mengaku belum bisa dipastikan karena masih dalam penyelidikan. “Sedang kita dalami siapa pemiliknya, jadi belum bisa kita katakan demikian (oknum pejabat),” katanya.

Harry menuturkan, gas oplosan itu dijual masih di seputaran wilayah Kota Medan. “Kita masih kembangkan lagi kasusnya karena kemungkinan ada gudang lainnya, dan saat ini anggota masih bekerja,” akunya.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Nur Istiono menambahkan, penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang diterima pihaknya. Selanjutnya dilakukan penyelidikan hingga akhirnya berujung dengan penggerebekan. “Pada saat menggerebek, kita mendapati para pekerja sedang mengoplos gas 12 kg ke 50 kg. Jadi, tabung gas 50 kg ini dijadikan tempat menyimpan dan kemudian dipindahkan ke tabung yang lebih kecil untuk dijual,” jelas Nur.

Sementara itu, beberapa tersangka yang sempat diwawancarai memilih bungkam seribu bahasa. Mereka terkesan kompak untuk diam. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda