Polisi Ringkus Perampok Wartawati SIB, Satu Tersangka Dilumpuhkan di Pekan Baru

Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz didampingi Kapolsek Medan Baru Kompol Ronni Nicholas Sidabutar saat menginterogasi tersangka di Mapolresta Medan, Jumat (4/9/2015). (foto: Adek Siahaan-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Hendro Suwarno (23) warga Jalan M Yakub Gang Nangka No 13 Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan hanya bisa merintih kesakitan saat digelandang petugas Reskrim Polsek Medan Baru di Mapolresta Medan, Jumat (4/9/2015).

Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz didampingi Kapolsek Medan Baru Kompol Ronni Nicholas Sidabutar saat menginterogasi tersangka di Mapolresta Medan, Jumat (4/9/2015). (foto: Adek Siahaan-kabarhukum.com)
Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz didampingi Kapolsek Medan Baru Kompol Ronni Nicholas Sidabutar saat menginterogasi tersangka di Mapolresta Medan, Jumat (4/9/2015).
(foto: Adek Siahaan-kabarhukum.com)

Pasalnya, ia dihadiahi timah panas petugas pada kaki sebelah kanannya saat melakukan perlawanan ketika diringkus personil Reskrim Polsek Medan Baru dari tempat pelariannya di Kandis, Pekanbaru, Riau.

Ia ditangkap setelah rekannya Muhammad Reza Aulia Lubis alias Dona (24) yang juga merupakan warga Jalan M Yakub, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan terlebih dahulu ditangkap personil Reskrim Polsek Medan Baru. Keduanya ditangkap lantaran merampok wartawati harian SIB, Donna Ester Hutagalung (39) warga Jalan Piano Padang Bulang Medan, di Jalan Patimura Medan, Minggu 9 Agustus lalu.

Kapolresta Medan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Mardiaz Kusin Dwihananto yang didampingi Kapolsek Medan Baru Kampol Roni Nicholas Sidabutar dan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Adi Putranto di Mapolresta Medan menjelaskan, salah seorang tersangka terpaksa diberi tindakan tegas karena melakukan perlawanan saat akan diringkus. “Tersangka terpaksa kita tembak karena melawan saat akan diringkus,” jelas Kapolres.

Lanjut dikatakan mantan Kapolres Mandailing Natal ini, para pelaku merupakan sindikat yang kerap beraksi di sejumlah lokasi di wilayah hukum Polresta Medan, “Tercatat sudah 20 kali mereka melakukan aksi kejahatan serupa, semuanya di wilayah hukum Polresta Medan, dua lagi rekan mereka masih dalam pengejaran,” kata Kapolres.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga mengamankan Dua unit Suzuki Satria FU BK 2566 AFL satu tanpa plat serta satu unit sepeda motor  Yamaha R 15 BK 6901 AFD, tiga unit HP, BlackBerry, Oppo dan Evercross.

Sementara itu, tersangka mengaku sudah sering melakukan aksi kejahatan jalanan di Medan mengakui bahwa sudah sering melakukan aksi kejahatan jalanan. “Saya sudah 12 kali beraksi, sistemnya lotre, ya untung-untunganlah, kadang dapat besar, kadang dapat kecil,” kata tersangka Hendro.

Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai supir rental ini mengatakan dirinya kerap beraksi di sejumlah ruas Jalan di Kota Medan yakni di Jalan Gajah Mada, SM Raja, Jalan Adam Malik dan Jalan Patimura. Bukan itu saja, ia bahkan mengaku uang hasil kejahatannya digunakan untuk berfoya-foya dan beli narkoba. “Uang hasil ngerampok kami pakai untuk kumpul-kumpul berfoya-foya dan hisap sabu,” ujar Hendro

Hendro yang merupakan residivis kasus perampokan pada tahun 2012 silam ini menceritakan cara kerja kelompoknya dalam menjalankan aksi kejahatan. “Kami main berempat mengendarai dua kereta, dua lagi teman saya belum ketangkap (DPO). Saya gak tahu dimana,  entah di Medan atau gak,” jabarnya.

Sebelumnya, Ahad (9/8/2015) Shubuh, Donna Ester Hutagalung (39) warga Jalan Piano Padang Bulang Medan, menjadi korban perampokan dengan modus begal motor. Imbasnya, korban kehilangan sebuah tas berwarana hitam yang berisikan uang tunai ratusan ribu, Kartu ATM, STNK, SIM dan Smart Phone. Bahkan, ia terpaksa dilarikan ke Rumkit Dr Boloni di Jalan WR. Mongonsidi Medan untuk menjalani perawatan intensif karena mengalami luka karena terjatuh dari sepeda motornya. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda