Terlibat Aborsi, Ratna dan Lina Dipenjara 2 Tahun

ilustrasi

KABARHUKUM-Medan | Hukuman masing-masing selama 2 tahun penjara harus dirasakan Ratnawati (36) dan Murlinawati Tanjung alias Lina (46) karena dinyatakan terbukti bersalah melakukan kejahatan kegiatan aborsi. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Fahren di Pengadilan Negeri (PN) Medan ini, sama seperti tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Artha.

ilustrasi
ilustrasi

Putusan terhadap kedua terdakwa ini melanggar Pasal 348 jo Pasal 56 KUHP, dimana akibat perbuatan mereka, Reni Zahara boru Harahap (28), harus meregang nyawa setelah upaya pengguguran janinnya gagal karena mengalami infeksi.Untuk putusan itu, kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir, sedangkan jaksa menyatakan menerima.

Untuk diketahui, peristiwa yang membuat keduanya mendekam dipenjara bermula saat petugas kepolisian, Selasa (2/12/2014) tahun lalu mendapatkan informasi dari RSUD dr Pirngadi Medan, adanya mayat wanita rujukan dari RSU Bunda Thamrin. Kemudian setelah diketahui nama dan alamat korban kemudian melakukan pengembangan.

Setelah melakukan hasil pemeriksaan terhadap tiga saksi, Jhosephien alias Mak Moy dan Sabam Ferlian Manurung yang merupakan pemilik kos serta Somkum Bunsook teman pria korban akhirnya petugas berhasil menangkap dua tersangka yang ikut bersama dengan korban untuk melakukan aborsi. Keduanya, Ratnawati, warga Jalan Pendawa KM 12 No. 42 Medan dan Murlinawati, warga Jalan Darusalam No. 42 Kec. Medan Baru. Sementara bidan yang melakukan aborsi masih DPO.

Dalam kronologisnya, korban meminta bantuan kepada Ratnawati untuk dicarikan bidan yang mau melakukan aborsi. Kemudian Ratnawati menghubungi Lina, dan Lina menghubungi bidan yang masih DPO. Lalu mereka melakukan kegiatan aborsi disebuah kamar hotel.(*)


editor: ki andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda