Kereta Chori Raib dari Parkiran Unimed, Satpam Mengaku Tak Tahu Menahu

Pengendara roda di kampus Unimed. (foto: dhabit barkah siregar-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Sial betul nasib gadis yang bernama Chori Dwi Hildayani (16) ini. Dengan wajah kesal ketika menyambangi Mapolsek Percut Sei-Tuan, Senin (7/9/2015), warga Jalan Mesjid, Dusun IX, Kelurahan Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, ini mengaku kehilangan sepeda motor Honda Beat warna merah  BK 3813 AEG, yang terparkir di depan gedung serba guna Universitas Negeri Medan (Unimed). Ironisnya, petugas satuan pengamanan (Satpam) Unimed yang ditanyai Chori, mengaku tak tahu-menahu pula.

Pengendara roda di kampus Unimed.  (foto: dhabit barkah siregar-kabarhukum.com)
Pengendara roda dua di kampus Unimed.
(foto: dhabit barkah siregar-kabarhukum.com)

Di Mapolsek Percut, remaja yang masih duduk di Kelas II SMU ini menceritakan kejadian naas yang menimpa dirinya. Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (5/9/2015) lalu, saat ia mendatangi kampus tersebut sekira pukul 14:00 Wib untuk menyaksikan pergelaran Marching Band.

Setibanya di lokasi pergelaran, ia memarkirkan sepeda motornya di depan gedung serba guna Unimed dalam keadaan stang terkunci. Malang, usai acara, sekitar pukul 18.00 WIB, korban yang hendak pulang, tak mendapati sepeda motornya di tempat parkirnya semula. Sontak, ia pun kebingungan dan mencari keberadaan sepeda motornya dengan mendatangi pihak keamanan kampus. Namun sayang, pihak keamanan enggan mengomentari dengan alasan pihak penyelenggara acara tidak melaporkan acara tersebut kepada security.

“Aku cari-cari di sekitar, mana tahu dipindahkan, rupanya gak ada, kutanya satpam mereka gak tahu. Alasan mereka karena katanya orang yang ngadakan acara gak ada melapor sama mereka,” ungkapnya saat berada di Polsekta Percut Sei Tuan.

Masih menurut Chori, yang menjadi korban waktu itu bukan dirinya saja, ada juga seorang laki-laki yang mengalami hal yang sama. “Bukan aku aja, ada abang-abang namanya Habib, kereta Suzuki Satria FU-nya juga gak ada nampak lagi di parkiran. Saya tahu karena dia yang tanya samaku, karena kami mengalami hal yang sama, jadi kami mencari sama-sama. Tapi gak tahulah, abang itu melaporkan ke polisi apa gak,” jelasnya.

Rini Wulandari (28) kakak kandung korban, mengatakan, dirinya sangat menyayangkan kejadian yang dialami oleh adik kandungnya tersebut. “Kok bisa lah, tega kali yang mengambil keretaku itu, padahal 3 bulan lagi baru lunas kreditannya, biasanya dipakai untuk menjemput adikku,” ungkapnya saat menemani adiknya buat laporan di Polsekta Percut Sei Tuan.

Ibu beranak 1 ini berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku agar sepeda motor tersebut dapat kembali padanya. “Saya harap polisi segera menangkap pelakunya, biar keretaku dapat kembali,” harapnya.

Sementara itu, menurut Kanit Reskrik Polsekta Percut Sei Tuan, AKP Luhut B Sihombing, yang dinmintai konfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, laporan korban sudah kami terima dan masih diselidiki,” ujarnya singkat. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda