Laporan #Haji2015: Indonesia Sewa 111 Pemondokan, Rata-rata Tarif 4.850 Riyal Per Jemaah

Jemaah haji di lantai 3 Masjidil Haram, Makkah. (foto: Muja HD-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Makkah | Di Arab Saudi, Pemerintah Indonesia telah menyewa 111 pemondokan untuk penyelenggaraan haji tahun ini. Rata-rata tarif sewa hotel atau pemondokan ini dipatok 4.850 riyal (atau sekitar Rp 18 Juta) per jemaah. Ini selama mereka di pemondokan.

Jemaah haji di lantai 3 Masjidil Haram, Makkah.  (foto: Muja HD-kabarhukum.com)
Jemaah haji di lantai 3 Masjidil Haram, Makkah.
(foto: Muja HD-kabarhukum.com)

Dilansir dari situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (kemenag), hingga Sabtu (5/9/2015) kemarin, sebanyak 68 pemondokan atau sekitar 68% sudah terisi oleh jamaah. Secara bertahap, 43 pemondokan lain yang sekarang ini masih kosong akan segera diisi oleh jamaah haji Indonesia.

Layanan penempatan jamaah di pemondokan akan mencapai puncak pada 12 September 2015. Diperkirakan, 109 hotel atau lebih dari 90% pemondokan sudah terisi oleh jamaah haji asal Indonesia pada hari itu. Dua pemondokan lainnya bakal terisi pada 16 September 2015 dan 17 September 2015. Persiapan sebelum jamaah masuk ke pemondokan, yaitu pemilik perumahan harus menyerahkan kunci paling lambat satu hari sebelum jamaah tiba.  “Dua jam sebelum jamaah datang, AC harus menyala. Jamaah datang sudah harus adem,” kata Alam.

Hasil evaluasi satu pekan ini, sebagian besar jamaah kesulitan menggunakan fasilitas hotel pertama kali. Sebagian besar dilengkapi pendingin ruangan atau AC dan kunci berupa kartu elektronik. “Hanya beberapa hotel yang tidak pakai kartu elektronik seperti di Misfalah,” ujar Alim.

Alam menambahkan, pemondokan yang disewa setara dengan hotel bintang tiga dan empat. Namun, ada satu pemondokan yang merupakan hotel bintang lima, yaitu Holliday Inn di Sektor 4. “Ada kolam di Holliday Inn,” katanya.

Holliday Inn menggantikan dua pemondokan, yaitu 603 dan 604, yang dibatalkan secara sepihak oleh pemilik hotel pada Ramadhan lalu. “Soal tarif, saya kurang paham juga. Tapi, setiap pemondokan berbeda. Rata-rata hotel yang disewa 4.850 riyal per jamaah,” kata dia.

Menurut  Alim, pemerintah juga sudah menyiapkan penginapan di dua maktab untuk kelompok terbang (kloter) yang tidak diundi atau non-qur’ah. Adanya kloter non-qur’ah karena selalu ada sisa jamaah di setiap embarkasi.

Alim menjelaskan, satu kloter biasanya berisi 450 jamaah. Jika di sebuah embarkasi ada dua ribu jamaah maka akan ada empat kloter untuk 1.800 jamaah. Sebanyak 200 jamaah itu merupakan jamaah tersisa yang bakal diangkut bersama jamaah dari embarkasi lain. “Garuda punya pesawat sapu jagad yang mengangkut jamaah ini,” kata dia.

Pemerintah juga memiliki rumah cadangan kalau ada pemilik hotel yang membatalkan perjanjian secara sepihak. Penginapan tersebut, yaitu Makkah Royal Hotel yang terletak di Syisyah, Makkah.  “Pernah ada yang pemilik yang membatalkan sepihak. Uang muka sudah dibayar. Ketika kami kirim jamaah, sudah ada orang Turki,” kata Alim.

Hotel itu juga akan digunakan untuk pengawas serta petugas PPIH Arab Saudi dari Madinah dan Jeddah. ‎Ketika prosesi puncak haji, seluruh petugas akan dipindahkan ke Makkah. Petugas Jeddah bertanggung jawab dengan prosesi wukuf di Arafah dan Madinah bertanggung jawab dengan prosesi di Mina. “Petugas Makkah bertugas di Mudzalifah,” ujar Alim.

Rumah cadangan tersebut memang tidak sebaik pemondokan untuk jamaah. Namun, hotel itu memiliki 15 lantai dengan 815 tempat tidur. Kapasitas setiap kamar empat sampai enam kamar tidur. (*)


sumber: kemenag
editor: Nirwan SP

 

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda