Pedagang Simpang Limun: “Entah Sudah Berapa Kerugian Kami.”

Pedagang pasar tradisional Simpang Limun berdemonstrasi ke PD Pasar Medan, Selasa (8/9/2015). (foto: Dhabit Barkah Siregar-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Pedagang yang berjualan di Pasar Simpang Limun di Jalan SM Raja, Medan mendatangi Kantor Perusahaan Daerah (PD) Pasar di Jalan Razak Baru No 1-A, Medan tepatnya di Pasar Petisah Lantai III, Selasa (8/9/2015). Pedagang mengeluhkan sisa timbunan proyek pembangunan lorong dagang pasar yang dibiarkan dan menyebabkan lumpur ketika hujan.

Pedagang pasar tradisional Simpang Limun berdemonstrasi ke PD Pasar Medan, Selasa (8/9/2015). (foto: Dhabit Barkah Siregar-kabarhukum.com)
Pedagang pasar tradisional Simpang Limun berdemonstrasi ke PD Pasar Medan, Selasa (8/9/2015).
(foto: Dhabit Barkah Siregar-kabarhukum.com)

Ismed, salah seorang pedagang, mengatakan, PD Pasar selaku orang tua dari pedagang bisa mengeluarkan pedagang dari masalah yang mendera mereka. Dari masalah beberapa hari ini, Ismed mengaku kerugian yang didera tidak dapat dihitung. “Ntah udah berapa kerugian kami.Intinya kami datang kesini bagaimana kami bisa berjualan besok,” ujarnya.

Kalau masalah ini tidak bisa diselesaikan Ismed memikirkan nasib anaknya dan pedagang lain. Karena mereka hanya hidup dari hasil berjualan di pasar. “Mau makan apalagi anak kami, mau buat sekolah pun udah gak ada,” tukasnya.

Pedagang lain yang tak ingin namanya disebut, mengatakan, tidak ada konfirmasi yang jelas ke pedagang tentang masuknya bahan timbunan. “Tidak tahu menahu kami itu, entah tengah malam, entah kapan bahan itu masuk. Gak ada konfirmasi sama sekali ke pedagang,” ujar lelaki berbadan tambun.

Dari informasi yang diterima dilapangan, belum ada satupun perwakilan dari PD Pasar yang menjumpai pedagang. Pedagang yang didominasi ibu-ibu, mengesalkan PD Pasar yang tidak ada menjumpai mereka. (*)


laporan: Dhabit Barkah Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda