Tiga Jenazah Korban Kapal Tenggelam Tiba di Kualanamu

Kapal tenggelam di Selat Malaka. (foto: newsmaritime)

KABARHUKUM-Medan | Tiga jenazah korban insiden kapal tenggelam di perairan Selat Malaka beberapa waktu lalu, tiba di Terminal Kargo Kualanamu International Airport (KNIA), Selasa (8/9/2015) siang. Kali ini, proses penyerahan jenazah yang dilakukan pejabat Pemprovsu dan BP3TKI Sumut kepada pihak keluarga itu tidak bertele-tele seperti di hari sebelumnya.

Kapal tenggelam di Selat Malaka.  (foto: newsmaritime)
Kapal tenggelam di Selat Malaka.
(foto: newsmaritime)

Ketiga jenazah insiden korban kapal tenggelam itu yakni, Asminah (45) warga Jalan Mayjend Sutoyo No 8 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Binjai Barat, Masrudi (41) warga Desa Tanjungmuda Ujung Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara dan Sania (27) warga Jalan Rahmad Pudin Lingkungan 13 Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan.

Penyerahan itu, dilakukan Kepala Disnakertrans Sumut, Bukit Tambunan dan Kepala BP3TKI Sumut kepada pihak keluarga masih berkesan seremonial. Sebab, Bukit masih saja menyempatkan diri untuk memberikan kata sambutan kepada keluarga korban.

Sebelumnya, ketiga jenazah itu tiba di landasan pacu (runway) KNIA dengan menggunakan pesawat Malaysia Airlines (MH 864) pukul 15.00 WIB. Sesampainya di lokasi, seremonial penyerahan jenazah berlangsung sekitar 45 menit, lalu jenazah dibawa ke rumah duka masing-masing menggunkan ambulans.

“Kami dari Pemprovsu mengatakan turut berduka cita kepada keluarga korban. Semoga ini menjadi pelajaran agar untuk kedepannya yang berangkat kerja ke negara orang harus mempunyai dokumen yang lengkap. Semoga korban diterima di sisinya, kepada keluarga korban yang ditinggalkan, tetap tabah,” ucap Bukit dalam sambutannya.

Usai memberikan kata sambutannya, pihaknya bersama BP3TKI Sumut menyalami masing-masing keluarga korban yang menjemput sembari memberikan bantuan tali asih.

Ia menambahkan, saat ini pencarian terhadap korban insiden kapal tongkang yang tenggelam di perairan Sabak Bernam atau 10 mil dari bibir pantai Malaysia itu masih terus dilakukan. Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan kordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia yang saat ini belum mendapatkan informasi perkembangan lebih lanjut.

“Informasinya, yang salah kemarin (7/9/2015), bilangnya jam empat. Jadi bukan beliau (Erry) yang terlambat. Dia tepat waktu. Sekarang bapak ada acara dengan Kapoldasu yang baru,” ucap Bukit ketika ditanya terkait kedatangan Plt Gubsu, T Erry yang terlambat pada Senin (7/9/2015) kemarin.

Pihak keluarga korban telah datang untuk menjemput jenazah di Terminal Kargo KNIA. (*)


laporan: Dhabit Barkah Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda