A Ping Tak Cuma Inginkan Tubuh si Putri…

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kanit Pidum Satreskrim Polresta Medan dan tersangka A Ping. (foto: Adek Siahaan | kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | A Ping berkenalan dengan korban melalui media sosial (facebook) dan BlakcBerry Masanger (BBM). A Ping lalu mengajak korban untuk bertemu dengan mengimingi korban dengan sejumlah uang untuk berhubungan intim. Lantas, setelah disetubuhi, ketika korban ke kamar mandi, A Ping pun mencuri harta korbannya. Siapa A Ping? A Ping adalah nama alias dari YPP (27) warga Jalan Panglima Denai, Medan.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kanit Pidum Satreskrim Polresta Medan dan tersangka A Ping.  (foto: Adek Siahaan | kabarhukum.com)
Kasat Reskrim Polresta Medan, Kanit Pidum Satreskrim Polresta Medan dan tersangka A Ping (tengah).
(foto: Adek Siahaan | kabarhukum.com)

Namun, sepakterjang A Ping terpaksa terhenti lantaran ia diringkus petugas Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Medan, Senin (7/9/2015) lalu dari kawasan Padan Bulan, Medan. Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono Sik SH MH, didampingi Kepala Unit (Kanit) Pidum Satreskrim Polresta Medan, AKP Bayu Samara Putra, di gedung Satreskrim Polresta Medan, Rabu (9/9/2015).

Dikatakan Kasat, tersangka ditangkap atas laporan korbannya, TP Putri. Putri mengaku kehilangan harta bendanya berupa Handphone dan sejumlah uang yang ditotal mencapai Rp 3,5 juta. “Usai berhubungan intim di salah satu wisma di kawasan Padang Bulan, pelaku kemudian menggasak harta benda milik korban lalu melarikan diri sewaktu korban sedang mandi,” kata Aldi.

Lebih lanjut mantan Kapolsek Medan Sunggal ini menjelaskan bahwa sesuai hasil pemeriksaan, tersangka sudah berungkali melakukan aksi serupa dengan modus yang sama. “Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka diketahui sudah tiga kali beraksi dengan modus yang sama,” jelas Aldi.

Imbas perbuatannya, sambung Aldi, hari-hari tersangka akan terasa panjang di rumah tahanan Satreskrim Polresta Medan. “Tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tandasnya. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda