DPS Melonjak, Bawaslu Curiga Ada Manipulasi Data

ilustrasi

KABARHUKUM-Jakarta | Adanya lonjakan jumlah pemilih antara 20-50 ribu jiwa dibeberapa daerah jelang Pilkada serentak 2015 ini membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan melakukan penelusuran ulang, karena hal ini dianggap tidak wajar dan menimbulkan tanda tanya apakah murni karena proses tertentu atau hasil manipulasi data.

ilustrasi
ilustrasi

“Ada angka yang tiba-tiba signifikan mengalami lonjakan di satu daerah, tapi ada juga yang konstan (tetap). Sehingga perlu dilakukan kroscek sisi validitas data tersebut,” ujar Anggota Bawaslu Nasrullah di Jakarta seperti dilansir dari laman beritasatu.

Diketahui, dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa daerah mengalami kenaikan signifikan data pemilihnya dibandingkan pemilihan legislatif (Pileg) maupun pemilihan presiden (Pilpres). Beberapa di antaranya seperti Binjai yang mengalami kenaikan 35 ribu atau Bolaang Mongondow serta Manado yang mengalami kenaikan sekitar 20 ribu jiwa.

Hasil dari rekapitulasi DPS hingga Jumat (4/9/2015) terdapat 92 juta pemilih yang sudah tercatat di daftar pemilih. Sejumlah persoalan ditemui KPUD saat pemuktahiran DPS Pilkada 2015. Salah satunya soal data pemilih ganda yang berhak ikut dalam pilkada tersebut.(*)


editor: ki andang

 

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda