Tertangkap, Pecandu Narkoba yang Mau Rehab Tetap Wajib Jalani Persidangan

ilustrasi

KABARHUKUM-Jakarta | Bagi para pecandu narkoba yang tertangkap tetap harus menjalani proses pengadilanbila ingin menjalani rehabilitasi. Alasannya, melalui keputusan pengadilan nantinya secara hukum lamanya sanksi pidana serta proses rehabilitas yang akan dijalani dapat diketahui.

ilustrasi
ilustrasi

Hal tersebut ditegaskan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Eko Daniyanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/9/2015) seperti dilansir dari laman okezone. Eko menerangkan, bahwa pecandu harus ada asesment terpadu dari jaksa BNN, polisi dan dokter, sehingga hasilnya dimasukkan ke dalam berkas perkara kemudian diserahkan ke pengadilan dan nantinya biar hakim yang memutuskan.

Lanjut Eko, hal tersebut perlu diterapkan sehingga dapat membuat efek jera bagi para pengguna dan menekan angka peredaran obat terlarang. Pasalnya, tambah Eko, sejauh ini kasus penyalahgunaan obat terlarang tergolong meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kurungan pidana yang diterima pengguna narkoba sebelum menjalani rehabilitasi juga bagian dari rehabilitasi itu sendiri.

“Di sana kan ada proses dia merenung, mengakui kesalahan dan sebagainya. Saya tidak bilang saat ini proses itu belum ada. Tetapi justru tidak boleh ada rehabilitasi langsung tanpa melalui proses pengadilan” lanjut Eko. Namun, tetap untuk menghindari meluasnya penggunaan narkoba di dalam penjara, harus ada pendampingan salah satunya oleh rohaniawan.(*)


editor: ki andang

 

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda