Nangkap Bandar Sabu, Petugas Polsek Medan Timur Dibacok Adek Bandar

Brgiadir Dwi, Petugas Polsek Medan Timur korban pembacokan saat dirawat di Rumah Sakit. (foto: Adek Siahaan | kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Afrikal alias Epo (25) warga Jalan Gatot Subroto Kecamatan Medan Helvetia nekat membacok Brigadir Dwi Putranto (29) menggunakan sebilah parang. Dwi merupakan petugas Reskrim Polsek Medan Timur yang dibacok saat menangkap abangnya yang merupakan pengedar narkoba, Joni (30), Rabu (9/9/2015) jam 22.30 WIB. Dengan terpaksa, petugas pun menembak Epo dengan dua tembakan di bagian paha kiri dan betis kanannya yang berasal dari senjata petugas.

Brgiadir Dwi, Petugas Polsek Medan Timur korban pembacokan saat dirawat di Rumah Sakit.  (foto: Adek Siahaan | kabarhukum.com)
Brigadir Dwi, Petugas Polsek Medan Timur korban pembacokan saat dirawat di Rumah Sakit.
(foto: Adek Siahaan | kabarhukum.com)

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, AKP Alexander Piliang mengatakan jika penangkapan yang dilakukan pihaknya dikarenakan Joni merupakan target operasi (TO) pihaknya sejak lama. “Joni merupakan pengedar narkoba yang sudah kita TO. Selanjutnya kita pun melakukan Undercover Buy pada tersangka dan berjanji di depan rumah tersangka,” ucap Alex.

Dijelaskan Alex, saat sudah bertemu dengan Joni, pihaknya pun langsung menyergap Joni yang sudah mengeluarkan 1 paket sabu. “Begitu dikeluarkan, anggota langsung melakukan penyergapan. Namun dengan tiba-tiba, adik pelaku (Epo) datang dan langsung membacok kepala petugas (Brigadir Dwi Putranto),” terang Alex. Saat itulah, Joni langsung melakukan langkah seribu guna menjauh dari kepungan polisi.

Tak berhenti disitu, Epo yang diduga berada dibawah pengaruh narkoba pun semakin brutal dan mengejar petugas dengan parang sepanjang 50 cm yang ditentengnya. “Lantaran terus mengejar petugas dan mencoba melukainya, petugas pun mengambil tindakan terukur dengan melepas tembakan ke paha kiri dan betis kanan pelaku. Selanjutnya pelaku pun kita boyong ke RS Bhayangkara,” ungkap Alex.

Ditambahkan Alex lagi, jika dari tersangka pihaknya mengamankan barang bukti berupa sebilah parang dan 1 paket sabu. “Pelaku kita jerat pasal berlapis dengan Pasal 53, 54 dan 212 yang menghalangi petugas serta Pasal 351 ayat 2 yang melukai petugas dengan ancaman hukuman diatas 7 tahun penjara. Dan kita masih fokus melakukan pengejaran terhadap Joni,” tandas Alex

Sementara Brigadir Dwi Purwanto saat diwawancarai mengaku jika kejadian bermula saat dirinya bersama rekannya menangkap Joni. “Saat akan diamankan, pelaku mencoba melakukan perlawanan hingga mengundang perhatian warga sekitar. Disaat bersamaan, Epo yang merupakan adik pelaku datang membawa sebilah parang dan langsung membacok saya,” ucap Dwi.

Lanjut dikatakan Dwi, jika dari kejadian tersebut dirinya mendapat 7 jahitan di bagian kepala. “Masih berdenyut dan ngilu bang. Dan kepala saya mendapat 7 jahitan,” tandas Dwi mengakhiri. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda