Tuntutan 2 Tahun Penjara Bandit Trenggiling Dinilai Sangat Mengecewakan

Trenggiling (Manis javanica)

KABARHUKUM-Medan | Terkait tuntutan 2 tahun penjara terhadap Soemiarto Budiman (61) alias Abeng, terdakwa kasus tanpa hak memiliki 5 ton tringgiling (Manis javanica) yang dilindungi, ada yang kecewa. Pasalnya tuntutan yang dibacakan JPU, Johanes Naibaho di Pengadilan Negeri (PN) Medan itu, dinilai terlalu rendah bila dibandingkan kasus serupa di daerah lain.

Trenggiling (Manis javanica)
Trenggiling (Manis javanica)

Salah satu yang mengaku kecewa adalah Irma Hermawati yang merupakan Koordinator Wildlife Crime Unit- Wildlife Conservation Society (WCU-WCS). Diakuinya, tuntutan jaksa karena sangat jauh dari prediksi apalagi dibanding daerah lain dalam kasus serupa. Contohnya kasus tringgiling di Palembang, jaksa berani menuntut maksimal selama 5 tahun, denda Rp 100 juta dan hakim memvonisnya selama 3 tahun.

“Harusnya jaksa menuntut maksimal 5 tahun, jelas ini suatu kemunduran yang sangat mengecewakan. Padahal, kami yakin sudah banyak tenggiling yang diekspoitasi oleh terdakwa dan keuntungannya saya juga yakin sangat besar,” keluh Irma.

Lanjut Irma, padahal untuk kasus ini, sebelumnya ia sudah berkomunikasi intensif dengan Satgasus Kejaksaan Agung. Namun dengan tuntutan yang rendah dan pertimbangan peran dan usia terdakwa, adalah sungguh mengecewakan.

Saat ini dirinya hanya bisa berharap, majelis hakim nantinya tidak terpaku kepada tuntutan jaksa dan bisa melakukan terobosan dengan mengedepankan penyelamatan satwa liar, lingkungan hidup dan ekosistemnya.

“Harapannya seperti terjadi di Bali, ada 2 orang terdakwa yang merupakan pegawai di Bandara, yang membantu menyelundupkan satwa liar ke luar negeri, dituntut 8 bulan, tetapi hakim melakukan terobosan dengan menjatuhkan vonis 2 bulan lebih besar dari tuntutan jaksa,” ungkapnya.(*)


editor: Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda