Anggita Sari, Model yang Diperiksa dalam Kasus Prostitusi

Anggita Sari. (foto: popular)

ANGGITA SARI. Kenal dengan artis bernama Anggita Sari? Artis model ini ditangkap oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Jumat (4/9/2015) kemarin. Anggita ditangkap di salah satu hotel di kawasan Embong Malang. Pasalnya tentang prostitusi online.

Anggita yang punya embel-embel sebagai artis, harganya pun ditawarkan mucikari tak seperti gadis biasa. Menurut keterangan polisi dari tersangka yang ditangkap, Anggita dibanderol mulai Rp 8 Juta. Namun karena tak cukup bukti, polisi melepasnya pada Jumat (4/9/2015) kemarin.

Anggita Sari. (foto: popular)
Anggita Sari. (foto: popular)

Anggita, disebut polisi, dijajakan bersama perempuan lain di media sosial, mulai grup facebook hingga blackberry massanger (BBM). Dia dimasukkan dalam grup “Princess”. Ini grup prostitusi yang menjual perempuan-perempuan cantik via online. “Anggita biasanya menggunakan identitas asli saat muncul di grup Princess. Dia seolah-olah ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah figur terkenal,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Takdir Mattanete.

Saat diperiksa, Anggita mengaku tidak mengenal tiga pria yang sudah memakai jasanya selama tiga malam. Dia juga tidak tahu asal usul mereka. Polisi memastikan bahwa pelanggan Anggita bukan public figure maupun pengusaha. “Dari hasil penyelidikan, pelanggannya hanya lelaki hidung belang biasa yang dikenalkan oleh teman segrupnya itu,” tegas Takdir.

Kini, mucikari Anggita sudah ditangkap. Masih berstatus mahasiswa pula. Mereka adalah Alen Saputra (25) dan Alfania Tiar (23). Alfania enggan berkomentar banyak saat ditanya wartawan. Dia hanya mengatakan, Princess Management baru sebulan berdiri. Perempuan-perempuan yang direkrutnya berusia 20-26 tahun. Kebanyakan perempuan tersebut bekerja sebagai model dan sales promotion girl (SPG). Namun, ada juga yang masih berstatus mahasiswi.

Menurut Takdir, foto-foto seksi diupload untuk menggaet mangsa. Jika tawaran itu mendapat respons, sang mucikari langsung memasang tarif dan memberikan nomor rekening. “Pelaku menyuruh pelanggannya untuk mentransfer uang tanda jadi dan sisanya dibayar setelah main,” ucapnya.

Tarif yang ditawarkan antara Rp 1,5 juta-Rp 3 juta. Khusus Anggita Sari yang memiliki embel-embel model dan artis, pelaku membanderol Rp 8 juta. Dua mucikari mendapat keuntungan 30% persen dari harga tersebut.

Duh, Anggita… (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda