BPNP Tingkatkan Operasi Darurat Asap, Titik Api Meningkat di Sumatera dan Kalimantan

Beginilah potret kawasan Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) yang diselimuti kabut asap sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi, Kamis (3/10/2015). (Foto: Maestro Sihaloho | kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Riau | Beberapa waktu lalu, Hutan Riau dilanda bencana kebakaran dan sejumlah daerah di Kepulauan Sumatera iktu terkena dampak kabut asap. Kini BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) telah meningkatkan operasi darurat asap. Sejumlah Hotspot (titik panas) di Sumatera dan Kalimantan juga ikut meningkat.

Beginilah potret kawasan Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) yang diselimuti kabut asap sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi, Kamis (3/10/2015).  (Foto: Maestro Sihaloho | kabarhukum.com)
Beginilah potret kawasan Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) yang diselimuti kabut asap sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi, Kamis (3/10/2015).
(Foto: Maestro Sihaloho | kabarhukum.com)

Berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua pada Jumat (11/9/2015) pukul 05.00 WIB, terdapat 1.887 hotspot yaitu 575 di Sumatera dan 1.312 di Kalimantan. Di Sumatera, hotspot masih terkonsentrasi di wilayah Sumsel 449, Jambi 93, Babel 49, dan Riau 11. Sementara di Kalimantan ada 1.312 hotspot yaitu, di Kalbar 508, Kalsel 127, Kalteng 579, Kaltim 95 dan Kaltara 4.

BNPB memperkirakan, hingga Senin (14/9/2015) potensi kebakaran masih sangat tinggi yang diakibatkan kekeringan cuaca.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya pemadaman secara bergilir dan merata di sejumlah titik api melalui udara dan darat. “Upaya pemadaman api masih terus dilakukan, baik dari udara, darat, penegakan hokum, sosialisasi dan pelayanan kesehatan,” katanya.

Sementara ini BNPB mencatat, di bagian wilayah Sumsel, Jambi, Riau, sebagian Lampung, dan hampir seluruh wilayah Kalimantan kecuali Kaltara masih terkepung asap. Yang mengakibatkan gangguan jarak pandang sejauh 500 meter pada pagi ini di Pekanbaru. Juga, di Rengat dan Pelalawan 200 meter, Jambi 500 meter, Muaro Jambi 400 meter, Kalteng 150-700 meter, Kalsel 500 meter.

Tak hanya itu, kualitas udara sebagian besar berada pada level tidak sehat hingga berbahaya. Dari data sementara, penderita ISPA di Riau mencapai 14.566 jiwa, sementara Sumsel 22.855 jiwa dan Kalsel 40.000 jiwa. (*)


laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda