Gara-Gara Getah Karet, BBTNGL Dua Kali Diprapidkan

KABARHUKUM-Medan | Tampaknya usaha Pra Peradilan (Prapid) para tersangka yang ditangkap karena getah karet oleh pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) tidak hanya dilakukan Mastur dan Kadarudin. (Baca: Tahan Getah Karet, BBTNGL Diprapidkan) Kali ini, Misan, pemilik truk dan getah karet dari Barak Induk juga ikut mengajukan gugatan prapidnya ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

ilustrasi
ilustrasi

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBTNGL, P. Turnip, Jumat (11/9/2015) membenarkan kenyataan tersebut dan Misan menurutnya, melakukan itu karena menilai penangkapan dan penahanan barang bukti truk dan getah karet tidak sah. Selain itu, Misan, kata Turnip, juga meminta agar penyidikan dihentikan.

“Ya silakan ajukan prapid, kita hadapi, kita sudah sesuai prosedur dan para tersangka juga sudah kita tahan. Bahkan sudah kita minta perpanjangan penahanan di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, 30 hari lagi,” tantang Turnip. Dijelaskan Turnip, memang dalam kasus ini ada yang dibebaskan yaitu Eko dan Sofian karena hanya sebagai sopir.

Sementara itu, Kuasa Hukum Misan, Efraim Simanjuntak menyatakan mereka mengajukan gugatan prapid tersebut karena merasa penahanan dan penyitaan truk serta getah sebanyak 6,5 ton milik Misan tidak sah.(*)


editor: ki andang

ARTIKEL TERKAIT

One Thought to “Gara-Gara Getah Karet, BBTNGL Dua Kali Diprapidkan”

  1. […] Atas putusan tersebut, kuasa hukum BBTNGL, P. Turnip menyatakan bahwa putusan hakim sudah sesuai dengan yang seharusnya karena pihaknya tindakan yang mereka jalankan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.(Baca: Gara-Gara Getah Karet, BBTNGL Dua Kali Diprapidkan) […]

Komentar Anda