Abdul Hakim Siagian: Hukum di Republik ini Kacau Balau

KABARHUKUM – Medan | Pakar dan praktisi hukum Sumatera Utara Dr Abdul Hakim Siagian SH MHum mengatakan, sekarang ini dunia hukum di republik ini sedang kacau balau, dimana sulit sekali untuk mendapatkan kepastian hukum.

nBASIS
Acara Dialog Publik Pilkada Serentak yang dilaksanakan oleh nBASIS di Garuda Plaza Hotel (GPH) Medan, Sabtu (12/9/2014) – Foto: M. Risfan Sihaloho|kabarhukum.com

“Kepastian hukum untuk untuk sekarang ini susah kali untuk didudukkan,” ujarnya ketika menjadi salah seorang pembicara dalam acara Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh n’BASIS [Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya])di Garuda Plaza Hotel (GPH) Jalan Sisingamangaraja Medan, 12/9/2015.

Menurut Hakim, kekacauan dunia hukum ini adalah fakta yang tak terbantahkan, dan penyebabnya adalah karena mulai dari proses penggodokan regulasi sampai ke tahap pelaksanaannya tidak didasari oleh niat untuk menjadikan hukum sebagai instrumen untuk menciptakan kemaslahatan bersama.

“Mestikan tujuan hukum itu adalah untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Namun faktanya hukum justru memarjinalkan rakyat. Bahkan parahnya hukum justru berfungsi untuk melegitimasi neo-imperialisme,” tegasnya.

Pada hal, lanjut Hakim, sudah tegas dalam konstitusi UUD 45 Pasal 33 dikatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Tapi buktinya apa, justru kekayaan alam negeri lebih banyak dikuasai oleh asing dan aseng,” ungkapnya.

Hakim mengatakan, sepertinya bangsa Indonesia sudah tak lagi memiliki filosofi malu. Pancasila yang semestinya jadi landasan filosofis dan pandangan kehidupan berbangsa dan bernegara justru sering dikhianati.

“Bahkan ada yang bilang sila pertama Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa sudah berganti dengan Keuangan yang Maha Kuasa,” ujarnya.


Laporan: M. Risfan Sihaloho

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda