Bah, Gelar Haji Ternyata Diciptakan Penjajah Belanda

ilustrasi (apakabardunia)

KABARHUKUM | Sebagaimana kita ketahui penyematan gelar ‘haji’ di depan nama seseorang setelah ia menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah, hanya ada di Indonesia.

ilustrasi (apakabardunia)
ilustrasi (apakabardunia)

Arkeolog Islam, Agus Sunyotodari yang juga penulis buku ‘Atlas Wali Songo’, seperti dilansir dari nu.or.id, Senin (14/9/2015), mengisahkan bahwa penggunaan gelar ‘haji’ di depan nama seseorang terjadi sejak tahun 1916. Saat itu, kolonial Belanda beranggapan bahwa setiap pemberontakan selalu didalangi oleh orang yang telah menunaikan haji, serta ulama-ulama dari pesantren. Pemberontakan yang dipimpin para ‘haji’ tersebut ternyata membuat kewalahan penjajah.

Lanjut Agus, untuk memudahkan pengawasan, Belanda mengeluarkan keputusan ordonansi haji. Keputusan itu mengharuskan setiap orang yang telah menunaikan Rukun Islam kelima itu wajib menggunakan gelar ‘haji’ di depan namanya.(*)


 

editor: ki andang
sumber: merdeka

 

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda