Kamis Ini, Menristekdikti akan Buka Simposium Nasional Akuntansi XVIII di USU

Auditorium Universitas Sumatera Utara (foto: usu)

KABARHUKUM-Medan | Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XVIII akan digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Universitas Sumatera Utara (USU), pada Kamis (17/9/2015) mendatang. Simposium ini direncanakan dibuka langsung oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohammad Nasir PhD. “Menteri dijadwalkan hadir langsung membuka,” kata Wakil Dekan I FEB USU, Fahmi Natigor Nasution, Selasa (15/9/2015) kepada wartawan.

Auditorium Universitas Sumatera Utara  (foto: usu)
Auditorium Universitas Sumatera Utara
(foto: usu)

Kegiatan tersebut berlangsung empat hari, mulai tanggal 16-19 September 2015 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU. Peserta SNA diperkirakan lebih 1.000 orang dan akan dibuka di Auditorium USU.

Fahmi mengatakan, selain Menristek, Plt Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi dan Pj Rektor USU Prof Subhilhar, para pakar akutansi dan peneliti serta masyarakat dan birokrasi juga hadir dalam acara tersebut.

Menurut Fahmi, rangkaian acara Simposium Nasional Akutansi (SNA) dimulai dengan ramah-tamah dan makan malam, kemudian SNA diisi dengan seminar nasional bertajuk “Peluang dan Tantangan ASEAN Economic Community (AEC) terhadap Akutansi di Indonesia”. “Simposium  ini mempertemukan para pakar akutansi, pimpinan lembaga keuangan dan binis, praktisi dan akademisi, baik sebagai narasumber maupun perserta seminar, ” bebernya.

Dia mengatakan, seminar ini bertujuan untuk merumuskan batas-batas kompetensi bagi ASEAN agar bisa bersaing dengan Cina dan India. Tujuanya, untuk menarik investasi asing guna meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.

Dijelaskannya, pembentukan pasar tunggal diistilahkan dengan MEA, memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara lain di seluruh Asia-Tenggara, sehingga kompetisi antar Negara ASEAN semakin ketat.

Agenda AEC, paparnya, ingin menjadikan  negara-negara anggota ASEAN sebagai, pasar dan basis produksi tunggal, kawasan ekonomi yang kompetitif, wilayah pengembangan ekonomi yang merata, dan daerah sepenuhnya terintegrasi ke dalam ekonomi global. “Sebagai konsep integrasi  ekonomi ASEAN, AEC akan menjadi  babak baru dimulainya  hubungan antar negara ASEAN,” sebutnya.

Karena itu, katanya, peran   dan komitmen seluruh pihak dibutuhkan. SNA merupakan forum kajian ilmiah yang memberikan kesempatan bagi para akademisi, praktisi dan mahasiswa seluruh Indonesia untuk mempersentasikan penelitianya di bidang akuntansi. “SNA ini digelar setiap tahun mulai sejak 1997 di Yogyakarta. SNA  XVIII 2015 digelar di FEB USU,” papar Fahmi. (*)


laporan: Draza Putra

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda