Laporan #Haji2015: Jelang Puncak, Pemerintah Saudi Perketat Keamanan Masuk ke Makkah

Gerbang Al-Quran sebagai pintu masuk Makkah. (foto: net)

KABARHUKUM-Makkah | Jelang puncak pelaksanaan haji, Pemerintah Arab Saudi kembali mengeluarkan peringatan: orang-orang tanpa izin haji tidak akan diizinkan untuk masuk Makkah. Brigadir Jenderal Khaled bin Al-Qahtani Nashat mengatakan, patroli keamanan telah dikerahkan untuk mencegah kemacetan lalu lintas dan pelanggaran lainnya di titik masuk Makkah. “Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa para peziarah dapat melakukan ritual mereka dengan aman,” katanya seperti dikutip dari situs arabnews, Selasa (15/9/2015).

Gerbang Al-Quran sebagai pintu masuk Makkah.  (foto: net)
Gerbang Al-Quran sebagai pintu masuk Makkah.
(foto: net)

Al-Qahtani mengatakan, kerajaan Saudi sebelumnya telah mengeluarkan peraturan dan hukuman untuk orang yang tidak memenuhi peraturan haji. “Warga dan ekspatriat mengangkut jamaah ilegal akan ditangkap dan kendaraan mereka disita,” katanya.

Sementara itu, Brigadir Abdul Rahman Salem Al-Thamali, Kepala Polisi Taif yang mengepalai pengawasan di pos pemeriksaan setempat, mengatakan, polisi tidak akan membedakan antara warga negara dan ekspatriat. Ia mengatakan petugas di berbagai pos pemeriksaan akan bertanggung jawab untuk memeriksa mobil dalam perjalanan ke Makkah. Ini termasuk di titik Al-Mahamadia, Al-Hada, Akher dan Al-Asher pos pemeriksaan.

Brigadir Fahd Al-Madiehesh, komandan pos pemeriksaan keamanan sementara, mengatakan, mereka menyebar lebih dari 200 km di jalan-jalan yang mengarah ke Makkah, termasuk yang berjalan melalui lembah dan lahan pertanian.

Sedangkan Brigadir Ayed Al-Bugami, Komandan Keamanan Jalan di Provinsi Makkah, mengatakan, ada empat lokasi di titik masuk ke Makkah, termasuk Al-Shumaisi, Al-Qaqiah dan Al-Taniem. Dia mengatakan tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalan-jalan yang mengarah ke Makkah. (*)


editor: Nirwan SP

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda