Bah, Mulai Tahun Depan Guru yang Mau Sertifikasi Bayar Rp 14 Juta

ilustrasi

KABARHUKUM-Jakarta | Tampaknya bagi para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa (Guru) yang selama ini merindukan untuk mendapatkan sertifikasi tak semudah sebelumnya. Bukan karena tes yang diujikan sangat sulit, namun karena untuk mendapatkannya mulai tahun depan harus mengeluarkan dana yang terbilang tidak sedikit. Bahkan kalangan perguruan tinggi menaksir biaya yang harus dikeluarkan hingga Rp 14 juta.

ilustrasi
ilustrasi

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNYS), salah satu LPTK, Rochmat Wahab seperti dilansir dari jpnn menuturkan, durasi sertifikasi untuk guru TK dan SD adalah satu semester. Proses sertifikasi tetap dilaksanakan di kampus Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). “Biaya sertifikasi selama satu semester bisa sampai Rp 7 juta per guru,” katanya.

Untuk guru SMP, SMA, dan SMK durasi sertifikasi selama dua semester. Jadi biayanya tinggal mengalikan saja, yakni Rp 14 juta per guru. Secara teknis proses sertifikasi masih belum ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Sertifikasi ini urusan serius. Tidak bisa dipikir sambil jalan,” sarannya kepada pemerintah, karena ke depan pemerintah memang hanya membayar tunjangan profesi gurunya (TPG) saja. Sedangkan biaya untuk memperoleh sertifikasi, ditanggung masing-masing guru.

Biaya sertifikasi yang tidak lagi ditanggung pemerintah ini memang bisa memicu polemik di masyarakat. Dia berharap para guru ini memaknai biaya sertifikasi hingga Rp 14 juta itu sebagai investasi.

Rochmat juga mengatakan, biaya untuk sertifikasi ini sejatinya dipakai untuk kebaikan guru sendiri. Sebab setelah mengantongi sertifikat profesi, guru berhak mendapatkan TPG. Bagi guru PNS besaran TPG setara dengan gaji pokok yang diterima setiap bulannya. Sedangkan untuk guru non-PNS, nominal TPG-nya minimal Rp 1,5 juta per bulan. Kemendikbud dituntut segera menetapkan panduan teknis sertifikasi guru 2016. Selain urusan biaya, teknis pembelajaran selama sertifikasi juga berpotensi menimbulkan masalah.(*)


editor: Ki Andang

 

ARTIKEL TERKAIT

One Thought to “Bah, Mulai Tahun Depan Guru yang Mau Sertifikasi Bayar Rp 14 Juta”

Komentar Anda