Tak Nafkahi Anak, Ajie Karim Akhirnya Diperiksa Polisi

Hariyati Sari, istri Ajie Karim saat di Mapolresta Medan. (foto: adek siahaan-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | H Ajie Karim akhirnya diperiksa penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Medan. Dari hasil keterangan istrinya (Hariyati) yang melaporkan, H Ajie Karim tidak pernah menafkahi anak-anaknya sejak bulan Juni lalu. “Dia pernah mentransfer uang untuk biaya anak-anaknya sebesar Rp 500 ribu, itu pun hanya sekali, bulan Juni 2015. Lalu kelanjutannya mana?” ujar istri Ajie Karim, Hariyati Sari saat ditemui di Mapolresta Medan, Rabu (16/9/2015) sore.

Hariyati Sari, istri Ajie Karim saat di Mapolresta Medan.  (foto: adek siahaan-kabarhukum.com)
Hariyati Sari, istri Ajie Karim saat di Mapolresta Medan.
(foto: adek siahaan-kabarhukum.com)

Selain itu, Hariyati menambahkan, ia dan anaknya merupakan orang yang teraniaya hingga melaporkan kasus ini ke Polresta Medan. “Sudah bukan rahasia umum Ajie Karim punya perempuan simpanan. Dia membantah tapi itu hak dia. Saya tidak mau terlampau jauh. Hukum tetap hukum, masih ada hukum yang lebih tinggi lagi. Jika tidak dilanjuti polisi ada hukum Tuhan,” ucapnya terlihat kesal.

Haryati juga menjelaskan, Ajie Karim merupakan anggota DPRDSU dan pengusaha tapi menafkahi anak hanya Rp 500 ribu. “Ajie Karim itu punya Mobil Velfire dan Mercy. Terlebih lagi dia itu anggota Dewan tapi menafkahi anak hanya Rp 500 ribu dan Rp 600 ribu. Uang sekolah saja cuma bulan Agustus dibayarkan, sebelum bulan Agustus siapa yang bayar? Tak pernah dia membayar uang sekolah,” jelasnya dengan emosi.

Haryati berharap agar pihak Kepolisian segera memproses kasus ini. “Saya harap polisi segera memproses kasus ini. Jika ada niat baik Ajie Karim, saya harap dia menafkahi anak-anaknya,” harapnya.

Dari hasil pantauan, usai diperiksa,  Ajie Karim lari terbirit-birit saat dikonfirmasi. Diberitakan sebelumnya, Hariyati Sari (35), isteri anggota Komisi C DPRD Sumut, Haji Ajie melaporkan suaminya. Pasalnya ia menjadi korban dugaan KDRT dan penelantaran anak, Selasa (2/6/2015) siang lalu ke Polresta Medan dengan Nomor: STTLP/1412/VI/2015/SPKT Resta Medan.

Namun sayang, Kanit PPA Polresta Medan, AKP Sahudur Sitinjak tidak membalas konfirmasi. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda