Wadir LBH Medan: Penampar Polisi Bisa Kena Pasal Berlapis

ilustrasi

KABARHUKUM-Medan | Kasus ditamparnya polisi lalulintas di Jalan Surabaya Medan, oleh seorang pria keturunan Tionghoa merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi polisi dan tindak pidana yang cukup berat.

ilustrasi
ilustrasi

Hal tersebut seperti disampaikan Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Khaidir Harahap dan menambahkan pasal yang dikenakan terhadap pelaku bisa berlapis. “Pasal mengahalang-halangi tugas atau menghalau penugasan, terus perbuatan tidak menyenangkan. Penganiayaan juga bisa,” tegas Khaidir.

“Polisi (lalu lintas) ini kan memang tugas dan kewajiban dia mengatur jalan dan menertibkan. Tapi kalau dia lagi tugas dilarang oleh masyarakat, seperti itu. Setidaknya, wajib itu dipidana, dilaporkan aja,” lanjutnya.

Diketahui kasus ini bermula saat seorang pemilik toko genset di Jalan Surabaya, Kecamatan Medan Kota menampar polisi lalulintas yang bernama Brigadir Fandi. Pria etnis Tionghoa itu tak senang saat polisi meminta konsumennya memindahkan mobil karena telah membuat kemacetan panjang.(*)


laporan: Bolang

 

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda