Ketua IAI: Indonesia, Negara Tanpa UU Arsitek

ilustrasi (foto: therumah)

KABARHUKUM-Medan | Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Nasional, Munichy dalam Musyawarah Nasional (Munas) IAI ke-14 di Kota Medan, menyatakan hanya Negara Indonesia dalam jajaran Negara Asean yang tidak memiliki Undang-undang (UU) Arsitek hingga saat ini.

ilustrasi (foto: therumah)
ilustrasi (foto: therumah)

“IAI sudah mendorong pemerintah untuk segera membuat Undang-undang Arsitek sejak tahun 1978. Pada tahun 2000an, ada 3 negara Asean yang belum memiliki Undang-undang arsitek yaitu Myanmar, Vietnam dan Indonesia. Saat ini tinggal hanya kita yang belum punya,” keluh Munichy.

Ia juga menyayangkan masih dianggapnya para arsitek tersebut sebagai juru gambar, padahal arsitek itu adalah sebuah profesi yang berdiri sendiri yang memiliki peran sangat penting dalam bidang rancang bangun.

“Bila terjadi malapraktik di bidang kedokteran, yang menjadi korban hanya satu orang. Tetapi bila terjadi malapraktik dibidang arsitek atau salah dalam rancang bangun suatu bangunan, bisa menelan sampai ratusan orang. Produk arsitektur itu ada disegala bidang,” jelas Munichy.

Munichy berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait untuk menyatukan persepsi dalam mendorong Indonesia memiliki UU Arsitek.

“Arsitektur itu membutuhkan proses. Bukan hanya sekedar gambar. Oleh karenanya, mari kita samakan persepsi agar Indonesia punya undang-undang arsitek,” harap Munichy.

Dalam acara yang dibuka oleh Plt Gubsu, H Tengku Erry Nuradi turut hadir Ketua IAI Nasional, Munichy, Ketua IAI Sumut, DR Delianur Nasution ST MT, Ketua Panitia Pusat Munas XIV, Mascheijah, Ketua Panitia Sumut Munas XIV, Boy Brahmawanta ST MT, Dewan Kota Medan, Budi Sinulingga, Ketua Inkindo Sumut, Ir Rikardo Manurung MSi, dan ratusan peserta Munas IAI dari seluruh Indonesia.(*)


 

Laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda