Sangat Mengecewakan, Terdakwa Pemilik Ilegal 5 Ton Trenggiling Hanya Divonis 1 Tahun 5 Bulan

Terdakwa Abeng usai divonis digelandang menuju mobil tahanan (foto: d-one)

KABARHUKUM-Medan | Pertimbangan usia lanjut dan hanya mengedepankan efek jera sehingga majelis hakim yang diketuai Marsuddin Nainggolan memvonis rendah selama 1 tahun 5 bulan terdakwa Soemiarto Budiman alias Abeng (61), pemilik ilegal 5 ton satwa dilindungi,trenggiling, jadi kekecewaan banyak pihak.

Terdakwa Abeng usai divonis digelandang menuju mobil tahanan (foto: d-one)
Terdakwa Abeng usai divonis digelandang menuju mobil tahanan
(foto: d-one)

“Kami sangat kecewa dengan putusan ini. Ternyata hakim tak bisa membuat terobosan dengan menjatuhkan vonis lebih tinggi, meskipun tuntutan jaksa rendah, seperti halnya yang di Palembang dalam kasus trenggiling dan di Bali dalam kasus,” ujar Koordinator Wildlife Crime Uit-Wildlife Conservation Society (WCU-WCS), Irma Hermawaty.

Lanjutnya, apalagi mengingat Sumatra Utara termasuk zona merah dalam kasus kejahatan terhadap satwa. “Mestinya ketika sekarang orang sudah melek dan memberikan perhatian besar terhadap perlidungan terhadap satwa, pihak kejaksaan dan hakim dapat memberikan tuntutan dan vonis yang bisa memberikan efek jera, apalagi Sumatra Utara termasuk zona merah kejahatan terhadap satwa,” ungkapnya.

Selain Irma, kekecewaan juga disampaikan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Surya Adinata yang mengkritik tuntutan rendah jaksa karena tidak maksimal untuk kasus kejahatan luar biasa dan meunjukkan penegak hukum tidak memperhatikan dan tidak melindungi satwa-satwa langka.

Surya juga mengatakan karena majelis hakim memvonis di bawah tuntutan jaksa, maka pengaruhnya akan lebih banyak lagi orang-orang akan melakukan eksploitasi tenggiling dengan melihat hukuman rendah yang dijatuhkan penegak hukum terhadap terdakwa perdagangan satwa liar yang dilindungi.

“Lihat nanti, lebih banyak orang-orang di luar sana akan menangkap, menjual belikan tenggiling bila hukumannya di bawah dua tahun. Kalau begini, bisa timbul persepsi negatif, penegak hukum tidak menunjukan power, menghukum para pelaku perdagangan satwa liar dilindungi dengan hukuman setimpal,” keluhnya.

Diketahui, Abeng ditangkap tim Mabes Polri pada 23 April 2015 di Kompleks Pergudangan Niaga Malindo, KIM I, Jalan Pulau Bangka No 5, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, karena menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi berupa tenggiling.(*)


editor: Ki Andang

 

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda