Asap Kian Ganas, Puluhan Ribu Rakyat Riau, Jambi dan Kalimantan Terserang ISPA

Matahari pagi hari ini, Sabtu (19/9/2015) terlihat murung dan ronanya pucat pasi, tak kuasa memancarkan sinarnya dengan sempurna, pada hal bukan sedang mengalami gerhana. Semua itu dikarena bencana kabut asap. (Foto: M. Risfan Sihaloho | kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Asap yang diakibatkan kebakaran lahan di sejumlah daerah di Indonesia kian ganas. Di Kalimantan, Jambi dan Riau penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) sudah mencapai angka puluhan ribu jiwa. Penderita ISPA di Kalimantan Barat 21.130 jiwa, Kalimantan Tengah 3.096 jiwa, Jambi 20.826 jiwa dan Riau 30.144 jiwa.  Demikian di antara data yang dilansir Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Matahari pagi hari ini, Sabtu (19/9/2015) terlihat murung dan ronanya pucat pasi, tak kuasa memancarkan sinarnya dengan sempurna, pada hal bukan sedang mengalami gerhana. Semua itu dikarena bencana kabut asap. (Foto: M. Risfan Sihaloho | kabarhukum.com)
Matahari berselimut asap difoto pada Sabtu (19/9/2015) dari Lubuk Pakam, Deliserdang. (Foto: M. Risfan Sihaloho | kabarhukum.com)

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, tren titik panas (hotspot) di Sumatera kembali naik setelah selama 5 hari terakhir mengalami penurunan. Satelit Terra Aqua pada Senin (21/9/2015) pukul 05.00 Wib mendeteksi di Sumatera 399 titik yaitu Jambi 39, Kep Bangka Belitung 19, Kep. Riau 1, Lampung 20, Riau 189, Sumbar 2, Sumsel 124, Sumut 5. Di Kalimantan 208 titik tersebar di Kalbar 11, Kalsel 6, Kalteng 154, Kaltim 33, Kaltara 4.

“Hotspot di Riau mengalami peningkatan. Kebakaran hutan dan lahan marak terjadi di Pelalawan, Kampar dan Inhu. Taman Nasional Tesso Nelo pun terbakar. Ada dua hal penyebabnya yaitu api yang awalnya sudah padam kemudian menyala lagi. Yang kedua karena pembakaran baru,” kata Sutopo, Senin (20/9/2015).

Menurut dia, pemadaman darat terus dilakukan dengan mengerahkan sekitar 12.000 personil dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri dan lainnya di 6 provinsi. Pemadaman udara dilanjutkan menggunakan 17 helicopter untuk water bombing dan 4 pesawat untuk TMC. Pada Ahad (20/9/2015) water bombing dilakukan di Kalbar 54 sorti (1.655 penyiraman), Jambi 1 sorti (33 penyiraman), Sumsel 23 sorti, Kalteng 4 sorti (47 penyiraman), Kalsel 3 sorti (52 penyiraman).

Jarak pandang pada Senin  jam 06.00 WIB adalah Pekanbaru 6.000 m, Padang 4.000 m, Jambi 400 m, Palembang 2.000 m, Pontianak 2.000 m, Ketapang 1.200 m, Sampit 100 m, Palangkaraya 200 m, Muara Teweh 1.00 m, Sanggu-Buntok 100 m, dan Banjarmasin 500 m.

Sementara itu, kualitas udara di Pekanbaru 136 sedang, Palembang 162 tidak sehat, Pontianak 88 sedang, Banjarbaru 136 sedang.

Dia juga menambahkan, pemadaman darat terus dilakukan dengan mengerahkan sekitar 12.000 personil dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri dan lainnya di 6 provinsi. Pemadaman udara dilanjutkan menggunakan 17 helicopter untuk water bombing dan 4 pesawat untuk TMC. Hari Minggu (20-9-2015) telah dilakukan water bombing di Kalbar 54 sorti (1.655 penyiraman), Jambi 1 sorti (33 penyiraman), Sumsel 23 sorti, Kalteng 4 sorti (47 penyiraman), Kalsel 3 sorti (52 penyiraman).

“Penegakan hukum terus dilakukan Polri dan PPNS,” katanya. Ditambahkannya, di Kalteng ada 48 kasus (3 korporasi, 45 orang tersangka), di Riau (21 korporasi, 47 org tersangka), Sumsel (4 korporasi, 26 org tersangka), Jambi (27 org tersangka). (*)


laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda