Penembakan oleh TNI, Kapendam I/BB: Dia Coba Lerai Tawuran Pemuda, Dikejar, Dilempari Batu dan Senjata Tajam

Kapendam I/BB, Kolonel Inf Enoh Solehuddin (foto: kodam1-bukitbarisan)

KABARHUKUM-Medan | M Rendi (23) warga Jalan Brigjen Katamso, Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, diketahui tewas akibat tertembak oknum anggota TNI, Kopda US (40) pada Senin dini hari (21/9/2015) sekitar pukul 03.00 WIB tadi. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Enoh Solehuddin, mengonfirmasi soal itu.

Menurut Kapendam, perkara terjadi saat US hendak mengambil koran di sebuah media yang terletak di Jalan Brigjend Katamso, tak jauh dari TKP. “Sekitar pukul 03.00 WIB,” ujar Solehudin.

Kapendam I/BB, Kolonel Inf Enoh Solehuddin (foto: kodam1-bukitbarisan)
Kapendam I/BB, Kolonel Inf Enoh Solehuddin
(foto: kodam1-bukitbarisan)

Menurut Solehuddin, pihak Kodam telah menurunkan tim guna mengusut penyebab kejadian tersebut. “Memang benar tadi pagi telah terjadi penembakan dari oknum anggota Denpom I Medan, inisial Kopda US (40). Sampai saat ini, anggota kami di lapangan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Solehudin.

Dikatakannya, ada perkelahian kelompok pemuda di kawasan tersebut. “US mencoba melerai perkelahian antara dua pihak kelompok pemuda. Kemudian tetap dikejar dan bahkan dilempari dengan batu dan menggunakan senjata tajam. Kemudian sampai dikejar keluar dan sampai terjadi seperti yang tidak kita harapkan bersama,” tandasnya.

Menurut dia, sebelumnya pelaku melakukan tembakan peringatan sebanyak dua kali. “Untuk penggunaan senjata api, memang yang bersangkutan mengeluarkan tembakan peringatan (ke udara) juga, kemudian masih terdesak juga, kemudian terjadi peringatan kedua. Akhirnya terjatuh korban yang tidak diharapkan,” rinci Solehudin.

Dikatakannya, walau penembakan itu dilakukan anggota TNI, namun pihak Kodam I/BB tidak akan memihak siapapun. “Kalau memang dia bersalah kita akan berikan sanksi. Untuk sanksi, kita akan lihat proses penyelidikan dan harus melewati proses hukum,” katanya.

Pihak Kodam sendiri mengaku akan memberikan santunan terhadap keluarga korban. Hingga kini, Kodam telah melakukan pendekatan persuasif agar permasalahan dapat terselesaikan secara kekeluargaan. “Untuk sampai saat ini, dari pihak kami juga sudah melakukan pendekatan secara kekeluargaan, dan nanti kita akan ada santunan kepada keluarga korban,” tuturnya. (*)


laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda