Petani Sumut Tolak Pemerintah Impor Pangan dan Tuntut Alokasi Lahan

Demo para petani di Sumut di Medan, Senin (21/9/2015) (foto: bolang-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Ratusan massa yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, di Jalan Diponegoro, Medan, Senin (21/9/2015). Dalam aksi yang dimulai sejak pagi ini, massa menuntut dan mendesak Pemprov Sumut agar melaksanakan pembaruan agraria untuk kedaulatan pangan. Di antaranya adalah penyediaan tanah untuk petani dan menolak impor pangan yang dilakukan pemerintah. Petani juga meminta agar desa menjadi sumber kekuatan ekonomi.

Demo para petani di Sumut di Medan, Senin (21/9/2015) (foto: bolang-kabarhukum.com)
Demo para petani di Sumut di Medan, Senin (21/9/2015)
(foto: bolang-kabarhukum.com)

Ketua SPI Sumut, Zubaidah mengatakan, pihak kini telah merasakan kesengsaraan di kalangan petani. Hal tersebut, diakibatkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap petani di Indonesia. Dan juga, semakin berkurangnya lahan untuk bertani mereka. “Gubernur Sumut, diikuti dengan bupati-bupatinya harus segera melahirkan perda turunan dari UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (Perlintan) No. 19 Tahun 2013,” tegas Zubaidah.

“Salah satu isinya adalah, pemerintah pusat dan daerah wajib untuk mengadakan tanah minimum dua hektare kepada petani. Jika petani punya tanah, ia akam berproduksi, kedaulatan pangan tercapai, kemiskinan pun berkurang. Itu bagian dari pembaruan agraria,” kata Zubaidah saat berorasi.

Selain itu, SPI menegaskan, menolak mentah-mentah kebijakan pemerintah soal impor pangan. Tak lupa pula, Zubaidah menguak ribuan kasus sengketa lahan yang melibatkan anggota SPI yang tersebar di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Asahan, Serdang Bedagai, Mandailing Natal dan Labuhan Batu Utara. “Hingga akhir 2014, SPI Sumut mencatat setidaknya terdapat konflik agraria seluas 5.960 hektare yang melibatkan 2.330 KK petani anggota SPI yang tersebar di lima kabupaten di Sumut,” sebut Zubaidah.

Aksi tersebut, juga sebagai rangkaian dari perayaan hari tani Nasional yang bertepatan jatuh pada 24 September 2015 mendatang. (*)
laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda