Ini Alasan Mengapa Daging Kurban Tak Boleh Dibungkus Plastik Kresek Hitam

Sebaiknya jangan memakai plastik kresek warna hitam untuk membungkus daging kurban.

KABARHUKUM-Sleman |Masyarakat menggunakan plastik atau kresek putih jernih untuk membungkus daging kurban. Hal itu dilakukan untuk menjaga kesehatan daging yang telah dipotong-potong supaya tetap layak konsumsi.

Sebaiknya jangan memakai plastik kresek warna hitam untuk membungkus daging kurban.
Sebaiknya untuk membungkus daging kurban jangan pakai plastik kresek warna hitam, karena plastik itu bersifat karsinogenik, yaitu merangsang tumbuhnya sel kanker dalam tubuh. (pelangihati)

Demikian himbauan yang disampaikan Direktur Pusat Kajian Halal Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danar Dono.

“Jangan pakai kresek hitam. Karena umumnya kresek berwarna hitam adalah hasil daur ulang limbah kimia plastik,” ujarnya, Selasa (22/9/2015).

Seperti dilansir ROL, Nanung menjelaskan, pewarna hitam atau karbon yang terdapat dalam kresek dapat bersifat karsinogenik, yaitu merangsang tumbuhnya sel kanker dalam tubuh. Selain itu, lanjutnya, masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada proses pemotongan daging seusai penyembelihan.

“Antara lain petugas harus memeriksa keadaan organ dalam hewan,” jelasnya.
Jika terdapat keganjilan pada organ tersebut,kata Nanung, disarankan agar petugas menghubungi ahli kesehatan ternak. “Misalnya, pada hati sapi terdapat totol-totol. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan indikasi bahwa sapi yang disembelih menderita cacing hati,” bebernya.

Petugas pun dilarang memotong daging sambil merokok. Karena daging yang baru diiris sangat peka terhadap bau. “Kalau petugasnya merokok, daging bisa tercemar aroma rokok yang tidak sedap,” tegasnya

Selain itu, masyarakat khususnya di daerah kota tidak boleh mencuci jeroan hewan di sungai. Karena sungai di perkotaan umumnya telah tercemar oleh limbah. Baik dari rumah sakit, rumah pemotongan hewan, perkantoran, dan lain-lain.

Kemudian, jika masyarakat hendak menyimpan daging di freezer, sebaiknya daging dipotong-potong kecil.
“Karena pemotongan yang kecil akan memudahkan penyegaran kembali daging beku. Dengan begitu zat gizinya bisa terjaga dengan baik,” pungkasnya.(*)


Editor: Maestro Sihaloho

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda