Kasus Liam Si Penampar Polisi, LBH Medan: Kita Gak Ngerti Sikap Polisi

Foto yang disebut-sebut gambar Liam, tersangka penamparan polisi di Medan. (foto: facebook)

KABARHUKUM-Medan | Penanganan kasus Liam si penampar polisi, tampaknya tidak setransparan yang diduga orang. Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Chaidir Harahap SH menyatakan, sikap yang ditunjukkan Polresta Medan, mengindikasikan hukum di Indonesia sangat lemah dan terbilang tebang pilih. “Sikap polisi itu kita gak ngerti ya. Harusnya ada proses pidana, pelaporan. Harus ada namanya proses lidik dan idik. Jangan proses asal-asalan seperti itu. Ini ‘kan ada indikasi, ya dicurigai ada permainan, seperti itu,” ujarnya.

Foto yang disebut-sebut gambar Liam, tersangka penamparan polisi di Medan.  (foto: facebook)
Foto yang disebut-sebut gambar Liam, tersangka penamparan polisi di Medan.
(foto: facebook)

Menurut Chaidir, siapa pun oknum yang memback-up, juga harus ditindak tegas tanpa pandang bulu. Hal itu dianggap memiliki kesan berkepentingan sepihak. “Kalau yang membekingi, kita harus lapor ke institusi yang berkaitan. Apa kepentingan dia dalam membekingi pelaku itu,” tuturnya.

Sebutnya lagi, Chaidir merasa heran akan hal itu. Dirinya berpendapat, jika kepolisian tidak menindak tegas pelaku yang telah mencoreng marwah Polri. “Nah, kita heran aja kenapa seperti itu. Kalau memang dia benar melakukan tindak pidana, ya, harus diproses. Itu yang saya bilang, ada lidik dan idik itu tadi,” sebut Chaidir.

Cahidir menegaskan, aksi menampar dan memaki yang dilakukan Wiliam merupakan tindakan berat dan bisa dijerat pasal berlapis seperti pasal menghalangi tugas, penganiaya dan perbuatan tidak menyenangkan. “Pasal mengahalang-halangi tugas itu bisa,” tegas Chaidir.

Seperti diketahui, hingga kini, jejak Liam tidak diketahui. Terakhir diketahui, dia berada di ruang periksa Pidana Umum (Pidum) Polresta Medan pada Senin (21/9/2015). Namun, hingga kini tidak diketahui apakah Liam berada di ruangan tersebut atau tidak, karena ruangan itu tidak bisa diakses. (*)


laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda