Laporan #Haji2015: Untuk Wukuf, Raja Arab Saudi Perintahkan Korban Crane Dibawa ke RS Arafah

Raja Salman ketika menjenguk jemaah korban jatuhnya Crane. (foto: alarabiya)

KABARHUKUM-Makkah | Jamaah haji yang menjadi korban jatuhnya crane tetap dapat menyelesaikan hajinya di Makkah. Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah memindahkan mereka ke Rumah Sakit Arafah agar dapat menjalani prosesi puncak ibadah haji, yaitu di Padang Arafah, pada Rabu (23/9/2015) waktu setempat.

Raja Salman ketika menjenguk jemaah korban jatuhnya Crane.  (foto: alarabiya)
Raja Salman ketika menjenguk jemaah korban jatuhnya Crane.
(foto: alarabiya)

Dilansir dari situs resmi Kementerian Agama (kemenag) RI, jamaah yang masih menjalani perawatan, termasuk tiga orang asal Indonesia, dikumpulkan di ruang pemberangkatan pasien. Sebagian besar dari mereka masih menggunakan kursi roda karena mengalami luka pada bagian kaki. Mereka dijajarkan di lorong ruang pemberangkatan pasien mulai pukul 16.30 waktu Arab Saudi (WAS). Berselang 30 menit, sebuah bus berhenti di samping kiri ruangan tersebut. Lalu, satu per satu pasien dibawa masuk ke dalam bus.

Kepala Seksi Kesehatan Balai Pengobatan Ibadah Haji Daerah Kerja Makkah dr Thafsin Alfarizi mengatakan Raja Salman memerintahkan korban agar seluruh korban crane didahulukan berada di RS Arafah. “Mereka akan wukuf dari Arafah,” kata dia, di RS Al Noor.

Tiga pasien asal Indonesia yang masih menjalani perawatan di RS Al Noor, yaitu Murodi Yahya (55 tahun) asal Magetan, Jawa Timur yang mengalami luka patah tulang di bagian kaki kanan. Zulfitri Zaini binti Zaini (57) asal Solok, Sumatra Barat, yang juga mengalami luka patah tulang sehingga harus menjalani amputasi di bagian kaki. Terakhir, Subandi bin Ahmad Sarbini (50) asal Makassar yang mengalami benturan di kepala.

Total, ada sembilan jamaah haji yang menjadi korban crane dan menjalani perawatan di rumah sakit lokal. Dia memerinci, tiga jamaah dirawat di RS Al Noor, dua jamaah dirawat di RS Zaheer, seorang jamaah dirawat di RS King Abdullah, dan tiga orang menjalnai perawatan di RS King Faisal Syisyah. “Jamaah haji harus berada di Arafah pada 23 September 2015,” kata Thafsin.

Thafsin mengatakan proses ibadah haji sembilan jamaah itu akan menjadi tanggung jawab RS Arafah, termasuk pengurusan persiapan berihram. Mereka akan berada di RS Arafah sampai prosesi wukuf selesai pada Rabu (23/9) sore.  “Ini berbeda dengan safari wukuf yang hanya sebentar di Arafah. Kalau ini agak lama,” ujar dia.

Setelah selesai, Thafsin menyatakan, mereka akan dikembalikan ke Al Noor. Atau, jika kondisinya sudah membaik maka jamaah dapat dibawa ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda