Pengeroyokan Aktivis LSM dan Wartawan di Labura, Bupati Diduga Terlibat

Bupati Labura, Kharuddinsyah Sitorus.

KABARHUKUM-Labura | Pengeroyokan tiga aktivis LSM pegiat anti korupsi dan wartawan di halaman kantor Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), menyeret-nyeret nama Bupati Labura, H Kharuddinsyah Sitorus SE. Kharuddinsyah yang akrab dipanggil Haji Buyung ini pun diduga terlibat pengeroyokan tersebut.

Bupati Labura, Kharuddinsyah Sitorus.
Bupati Labura, Kharuddinsyah Sitorus.

Pengeroyokan ini berlangsung di halaman kantor Bupati Labura, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Perkebunan Mambang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu, Senin (21/9/2015) malam tadi, sekitar pukul 21.30 WIB. Korban bernama Rinaldi Hutajulu alias Jon Hutajulu, Ketua LSM NGO TOPAN.

Kepada media, Jon mengatakan, kejadian ini bermula saat dirinya dan dua orang rekannya, Heryansyah Simanjuntak dan Rahmad Padlan Sitorus datang meliput rapat yang dipimpin Bupati bersama sejumlah kepala dinas di lantai II kantor tersebut. “Saat keluar itu, Bupati lihat kami dan langsung melakukan pengancaman. ‘Kubunuh kau nanti ya, bikin ribut aja kau di sini. Bukan orang sini kau’,” ujar Hutajulu menirukan ucapan Bupati, Selasa (22/9/2015) pagi.

Seolah mendapat perintah dari sang Bupati, sambung Jon, puluhan petugas SatPol PP dan PNS kompak mengepung, lalu menganiaya mereka. “Serasa mendapat komando dari Bupati, puluhan anggota Satpol PP, dan PNS kemudian serentak mengepung dan memukuli kami. Ini si Hery masih diinfus di RS Sumber Waras, Aek Kanopan,” tambahnya. Aksi pengeroyokan kemudian berhenti dan Bupati melenggang pergi.

Jon dan kawan-kawan selanjutnya membuat laporan pengaduan ke kantor Polsek Kualuh Hulu. Tindakannya ini mendapat dukungan dari puluhan wartawan dan massa pemuda yang secara spontan berkumpul dan melakukan aksi bakar ban di depan Polsek sambil menyampaikan orasi mengecam tindakan Bupati Labura, serta menangkap para pelaku pemukulan tersebut.

Selasa dinihari, sekitar pukul 01.30 WIB, massa ditemui oleh Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Hendrik Tampubolon serta menyampaikan pihaknya akan memproses permasalahan tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Hutajulu sendiri membuat dua laporan pengaduan terkait peristiwa ini, yakni pengeroyokan secara bersama-sama dan pengancaman pembunuhan oleh Bupati Labura. “Harapannya polisi memproses tindakan melanggar hukum ini secara profesional sesuai aturan,” pungkas Hutajulu. (*)


laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda