Tak Tanggung Jawab Hamili Mahasiswi, Anak Kadis Cipta Karya Dairi Dilaporkan ke Polisi

KABARHUKUM-Medan | Anak Kepala Dinas (Kadis) Cipta Karya Pemkab Dairi J Lumbanbatu yaitu Zenris Ronaldo Lumbanbatu (20), dilaporkan telah mencabuli mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Medan, berinisial LE br S (19) ke Mapolresta Medan, Senin (21/9/2015). Dalam laporan Nomor STTLP/2621/IX/2015 SPKT Resta Medan, pelaku dikatakan sudah tujuh kali mencabuli korban hingga hamil 4 bulan lebih di tempat kos korban Jalan Bahagia, Padang Bulan Medan, sejak awal Mei lalu.

pemerkosaan (ilustrasi)
pemerkosaan (ilustrasi)

Laporan itu dibuat oleh kakak korban mewakili orang tuanya, ES br S (35) dan diterima oleh Kanit SPKT B, Ipda Sobaruddin Pasaribu. Dalam laporan itu, pelaku disangka melanggar pasal 293 KUHPidana tentang pencabulan/pemerkosaan terhadap anak di bawah umur (belum dewasa) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

“Setiap mau melakukan persetubuhan dengan saya, pelaku selalu memaksa dan berjanji bertanggungjawab akan menikahi saya,” ucap korban usai melaporkan nasibnya di Mapolresta Medan.

Korban yang kini duduk di semester V fakultas Sospol tersebut, dia berkenalan dengan pelaku mahasiswa sementer V fakultas hukum tersebut sejak April bulan lalu. Korban yang merupakan warga asal Dairi selalu digoda dan dirayu pelaku yang juga warga asal Dairi setiap mereka bertemu di kampus.

Pelaku yang menetap di Jalan Dr Mansyur tersebut kemudian kerap menemui korban di tempat kosnya, baik siang maupun malam. Hampir setiap berkunjung pelaku memaksa korban untuk melayani nafsu birahinya. “Seingat saya sudah tujuh kali dia memaksa saya untuk berhubungan badan sejak awal bulan Mei lalu. Setiap melakukan, dia berjanji akan menikahi saya,” tutur wanita mungil tersebut.

Keseringan melakukan hubungan layaknya suami istri tersebut, korban telat datang bulan. Itu diketahuinya setelah melakukan tes pada Juni lalu didukung perutnya yang terus membuncit.

Kondisi itu kemudian disampaikan korban kepada pelaku. Namun pelaku malah memaksa korban untuk menggugurkan kandungannya karena putra bungsu Kadis Cipta Karya Dairi tersebut beralasan ingin fokus pada pendidikannya.

“Ketika saya bilang saya hamil dan menunjukkan bukti tespeck, pelaku malah tidak bertanggungjawab. Dia mengatakan, masih ingin sekolah, belum siap menikah. Saya justru disuruh menggugurkan kandungan saya,” bebernya.

Aib itu sampai ke telinga masing-masing keluarga. Korban didampingi keluarganya mendatangi kediaman pelaku di Dairi dan bertemu dengan ibu pelaku Evi Boru Simanjuntak pada akhir Juli lalu.

Dalam pertemuan itu, ibu pelaku terkesan menginginkan korban menggugurkan kandunganya. “Ibu pelaku bilang ke saya, anak saya masih mau sekolah. Uruslah sama kalian anak itu (kandungan), biar biayanya dari aku,” ucap anak keenam dari tujuh bersaudara tersebut.

Karena tidak mendapatkan pertanggungjawaban dan keadilan, korban akhirnya mengadukan pelaku ke Mapolresta Medan.

Menanggapi laporan itu, pihak LBH Sekolah Dairi Hulman dan Ketua LBH Kesehatan Sumut, Rahmad SH yang mendapat kuasa dari korban meminta, pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku karena dianggap sudah merusak masa depan korban yang masih di bawah umur.

Hulman berharap, tindakan hukum pihak kepolisian dapat memberi efek jera kepada pelaku. Sebab, bukan tidak mungkin pelaku melakukan aksi bejat serupa terhadap wanita lainnya.

“Jangan mentang-mentang anak pejabat (Pemkab Dairi), pihak kepolisian tidak berani menangkap pelaku. Hukum harus ditegakkan agar korban mendapat keadilan,” tegas Hulman diamini Rahmad.

Kata dia, jika tuduhan korban benar, berarti pelaku sudah mencoreng dunia pendidikan. Korban yang seharusnya masih mengenyam pendidikan, terpaksa cuti karena malu aib itu. “Cobalah, korban yang semestinya masih kuliah, sekarang terpaksa cuti karena perutnya sudah semakin membesar,” tandasnya. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda