Terakhir Diperiksa di Ruangan Pidum Polresta Medan, Kini Liam Si Penampar Polisi Menghilang

Foto yang disebut-sebut gambar Liam, tersangka penamparan polisi di Medan. (foto: facebook)

KABARHUKUM-Medan | Liam si penampar Personil Satlantas Polresta Medan, Brigadir Fandi, hingga kini belum diketahui keberadaannya. Ketika kabarhukum.com menyambangi Ruang Tahanan Titipan (Tahti) Polresta Medan pada Selasa (22/9/2015) siang tadi, tidak ada sosok Liam ditahan di sana. Karena itu, beredar isu kalau Liam mendapatkan “bonus” berupa tahanan luar ataupun ditangguhkan penahanannya.

Foto yang disebut-sebut gambar Liam, tersangka penamparan polisi di Medan.  (foto: facebook)
Foto yang disebut-sebut gambar Liam, tersangka penamparan polisi di Medan.
(foto: facebook)

Sebelumnya, Kasat Tahti Polresta Medan, AKP B Simarmata, ketika dikonfirmasi pada Senin (21/9/2015) sore kemarin, menyatakan, tidak ada orang yang bernama William alias Liam yang dititipkan kepada mereka. “Tidak ada yang namanya Wiliam Als Liam TSK kasus penamparan polisi Satlantas di RTP Polresta Medan ini,” ujar Kasat Tahti Polresta Medan, AKP B Simarmata saat ditemui di ruangannya, Senin (21/9/2015) sore.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono dan Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya terkait belum ditahannya William Als Liam di Rutan Polresta Medan, juga kompak tidak membalas konfirmasi dari wartawan.

Namun, kabarhukum.com pada hari ini juga mendapat informasi kalau Liam, konon, masih diperiksa di Polresta Medan, namun berada di ruangan periksa Pidana Umum (Pidum) Polresta Medan yang berada di Lantai II Mapolresta Medan.

Cerita itu dimungkinkan karena Liam pada Senin (21/9/2015) kemarin memang dibawa ke ruangan tersebut untuk diperiksa. Di ruangan itu sendiri terdapat sel tahanan. Namun, hingga kini, keberadaan Liam di ruangan itu juga sangat menyangsikan karena ruangan itu tidak bisa dimasuki oleh wartawan. Namun, yang bisa diketahui, di ruangan Pidum Polresta Medan itulah jejak Liam terakhir dapat diendus. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda