Laporan #Haji2015: Tenda Jemaah Indonesia Roboh di Arafah

Kawasan wukuf haji Indonesia di Padang Arafah. (foto: kemenag)

KABARHUKUM-Arafah | Tenda milik jemaah haji Indonesia diketahui roboh di Padang Arafah. Angin kencang dituding menjadi penyebab. Selain itu, di beberapa tenda, diketahui juga listrik, pendingin ruangan juga mati.

Menyahuti problem ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan permohonan maaf kepada jamaah haji Indonesia, utamanya kepada mereka yang tendanya roboh karena diterpa angina kencang. Juga kepada jamaah yang listriknya tidak menyala karena ada kerusakan sehingga air cooler nya pun tidak menyala.

Kawasan wukuf haji Indonesia di Padang Arafah.  (foto: kemenag)
Kawasan wukuf haji Indonesia di Padang Arafah.
(foto: kemenag)

“Selaku pemerintah dan penangung jawab utama, masih banyak hal yang menjadi kekurangan kami. Sampai semalam, kami masih melihat beberapa tenda roboh karena angin kencang, lampu padam karena listriknya bermasalah juga akibat angin kencang. Alat penyejuk udara juga mati dan kekurangan lain  yang ditemukan. Ini menjadi bagian evaluasi kita. Kami menyampaikan permohonan maaf atas segla kekurangan tersebut,” demikian disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada prosesi wukuf di Masjid Tenda Misi Haji Indonesia, Arafah, Rabu (23/9/2015), seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Agama (kemenag) pada Kamis (24/9/2015).

Hadir pada kesempatan ini, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Pimpinan Komisi VIII Saleh Partaonan Daulay, anggota DPR, Komite III DPDP RI, Ketua KPHI  Slamet Efendi Yusuf,  Kuasa Usaha ad Interim Sunarko, dan ratusan jamaah haji Indonesia. Proses wukuf dimulai pada pukul 12.14 diawali dengan azan, lalu khutbah wukuf dan diteruskan dengan Salat Dluhur dan Ashar Jamak Takqim Qasar. “Kami berkomitmen hal seperti ini tidak terulang kembali di tahun yang akan datang,” tegas Menag.

Meski demikian, Menag Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan apresisasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini. Secara khusus, Menag memberikan apresiasi kepada para petugas yang atas komitmen dan dedikasinya, memilih untuk tidak berhaji demi memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji.

“Tidak ada kata lain  selain hanya Allah yang bisa membalas segala kebaikan dan dedikasi yang telah diberikan. Mudah-mudahan Allah meridlai dan memberkahi semua niat baik dan amal ibadah kita semua,” harap Menag. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda